Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kantor Kejaksaan Negeri Lotim. (IDN Times/Ruhaili)
Kantor Kejaksaan Negeri Lotim. (IDN Times/Ruhaili)

Lombok Timur, IDN Times – Memulai tahun anggaran 2026, Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin, fokus melaksanakan percepatan penyaluran bantuan sosial (bansos) senilai Rp30 miliar untuk program pengentasan kemiskinan ekstrem.

Kebijakan ini diambil untuk memastikan serapan anggaran berjalan berkualitas dan manfaatnya dapat segera dirasakan oleh masyarakat yang paling membutuhkan, terutama sebelum perayaan hari raya Idulfitri. Selain itu, langkah ini sebagai upaya percepatan penanggulangan kemiskinan dengan mengedepankan prinsip transparansi dan ketepatan sasaran.

1. Gandeng Kejari kawal penyaluran

Bupati Lombok Timur, Haerul Warisin (IDN Times/Ruhaili)

Sebagai bentuk komitmen terhadap transparansi dan pencegahan masalah hukum, Bupati Lombok Timur secara resmi telah berkoordinasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari). Ia meminta langsung kepada Kajari untuk melakukan pendampingan dan pengawasan terhadap proses pengadaan paket sembako jumbo senilai Rp30 miliar tersebut.

"Kemarin sudah saya informasikan kepada Ibu Kajari untuk pendampingan. Ada paket sembako 30 miliar, silakan didampingi. Sekarang sudah clear," ujarnya.

Bansos kali ini ucap H Iron, bukan sekadar instrumen untuk mengendalikan inflasi, melainkan sebuah intervensi langsung yang menyasar masyarakat kategori miskin ekstrem hingga masyarakat miskin umum, berdasarkan urutan prioritas data yang valid.

"Melalui bansos ini kita ingin mengintervensi warga miskin ekstrem," ucapnya.

2. Pastikan data akurat

Sekda Lombok Timur, M. Juani Taofik saat meluncurkan program bantuan sosial paket sembako (IDN Times/Ruhaili)

Orang nomor satu di Gumi Selaparang ini menegaskan bahwa, penentuan penerima manfaat harus mutlak berdasarkan data yang akurat. Hal ini untuk menghindari polemik dikemudian hari.

Penyaluran akan diprioritaskan secara berjenjang, dimulai dari rumah tangga dengan kategori miskin ekstrem, kemudian naik ke kategori miskin hingga kuota anggaran Rp30 miliar tersebut terpenuhi.

“Data penerima paket ini kita ambil dari miskin ekstrem, naik ke atas sampai dengan miskin,” tegasnya.

3. Paket berisi bahan pokok dan sarung

Sekda Lombok Timur, M. Juani Taofik saat meluncurkan program bantuan sosial paket sembako (IDN Times/Ruhaili)

Paket bansos kali ini berbeda jika dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun ini, Warisin meminta agar isi bantuan tidak monoton hanya pada bahan pokok. Selain beras, minyak goreng dan gula, ia secara khusus meminta ditambahkan kain sarung sebagai bagian dari isi paket.

Pemikiran ini dilandasi keyakinan bahwa kebutuhan masyarakat tidak hanya soal pangan, tetapi juga sandang yang menunjang aktivitas sosial, budaya, dan ibadah sehari-hari.

“Saya minta ada sarung. Menurut saya lumayan, jangan hanya beras saja, jangan hanya ulas (biji-bijian) saja. Tapi ada gula, beras, minyak, sayur, dan supaya ada sarungnya,” pungkas Bupati.

Editorial Team