Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi buaya (unsplash.com/Niklas Garnholz)
ilustrasi buaya (unsplash.com/Niklas Garnholz)

Intinya sih...

  • Krisdewo Holo (11) diserang buaya muara saat mencuci kaki di Muara Ratenggaro, Sumba Barat Daya.

  • Temannya mencoba menolong Krisdewo namun salah satu anak terkena kibasan ekor buaya hingga jatuh.

  • Warga lakukan pencarian dan polisi mengimbau agar masyarakat lebih berhati-hati di sekitar muara.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Seekor buaya muara menerkam seorang murid sekolah dasar (SD) di Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu malam (31/1/2026) sekitar pukul 21.00 WITA.

Kejadian yang menimpa Krisdewo Holo (11) asal Kampung Ratenggaro ini berlangsung di Muara Ratenggaro, Desa Maliti Bondo Ate, Kecamatan Kodi Bangedo. Ketika itu ia baru pulang mencari kepiting lalu mencuci kaki di muara tersebut.

1. Berniat mencuci kaki

ilustrasi buaya berenang sambil membuka mulut (pexels.com/pixabay)

Krisdewo mencari kepiting bersama dengan kelompok anak-anak lainnya hari itu. Mereka berjumlah 5 orang yakni Mayordi Holo (15), Orce Katoda (15), Febri Holo (14), Mario Katoda (13), dan Asis Buce Holo (10). Mereka pergi ke kawasan muara itu untuk mencari kepiting di pasir.

Mereka mencari selama sejam di wilayah tersebut tanpa pengawasan orang dewasa hingga akhirnya memutuskan untuk pulang. Namun dalam perjalanan pulang korban meminta senter dari temannya, Orce, karena mau mencuci kaki yang penuh pasir di dekat muara. Korban langsung berlari ke dalam muara dan tak mendengarkan larangan dari teman-temannya lagi.

Begitu korban menginjakkan kaki ke dalam air muara itu seekor buaya besar langsung menerkam tubuhnya. Teman-temannya yang lain terkejut dan coba mendekati untuk menolong Krisdewo. Pada momen itu seekor buaya lainnya muncul dan menyerang. Mayordi salah seorang anak terkena kibasan ekor buaya itu hingga jatuh. Buaya itu sempat mengejarnya ke darat namun ia berhasil meloloskan diri.

2. Warga lakukan pencarian

Keluarga sempat ke lokasi untuk mencari bocah yang diterkam buaya. (Dok Polres Sumba Barat Daya)

Kelima remaja yang selamat ini sama-sama melarikan diri dan melaporkan peristiwa yang menimpa teman mereka kepada keluarganya di Kampung Ratenggaro.

Kabar ini pun menyebar sehingga sehingga warga melakukan pencarian ke muara tersebut setelah melaporkannya ke anggota Polsek Kodi Bangedo. Anggota segera mendatangi lokasi kejadian dan melakukan pencarian di sekitar muara serta aliran sungai.

"Pencarian hingga Minggu malam (1/2/2026) itu belum membuahkan hasil," kata Kapolres Sumba Barat Daya, AKBP Harianto Rantesalu, melalui Kasi Humas AKP Bernardus Mbili Kandi, yang membenarkan kronologis peristiwa tersebut.

3. Imbauan kepolisian

Keluarga sempat ke lokasi untuk mencari bocah yang diterkam buaya. (Dok Polres Sumba Barat Daya)

Polres Sumba Barat mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar muara, khususnya di Desa Maliti Bondo Ate yang dikenal sebagai habitat buaya.

“Kami sarankan masyarakat tetap waspada. Jika sudah malam, pencarian sebaiknya dilanjutkan keesokan hari demi keselamatan bersama,” ujar Bernardus.

Peristiwa ini menambah daftar konflik antara manusia dan satwa liar di wilayah pesisir Sumba yang masih kerap terjadi, terutama di area muara sungai.

Editorial Team