Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20250830_131233_316.jpg
Gedung DPRD NTB yang terbakar dalam aksi demonstrasi Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB, Sabtu (40/8/3025). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB di Kota Mataram, berakhir anarkis. Kantor DPRD NTB yang terletak di Jalan Udayana Kota Mataram hangus dibakar oleh massa.

Kobaran api mulai terlihat di lantai 2 DPRD NTB sekitar pukul 13.00 WITA. Api semakin membesar hingga menjalar ke lantai 3 dan menghanguskan gedung wakil rakyat NTB tersebut. Hingga pukul 13.33 WITA, kobaran api semakin membesar dan membakar bagian atap gedung DPRD NTB.

Sekitar pukul 13.30 WITA, dua unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan untuk memadamkan api. Sementara, Satuan Brimob Polda NTB menembakkan gas air mata sehingga massa aksi menjauh dari Kantor DPRD NTB. Kebakaran kantor DPRD NTB menjadi tontonan warga di sekitar lokasi.

Sebelumnya, mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kota Mataram serta Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB bersama ojek online (ojol) menggelar aksi demonstrasi di Mapolda NTB sekitar pukul 10.00 WITA.

Massa aksi yang berjumlah sekitar seribuan orang berhasil merangsek masuk ke halaman Mapolda NTB. Di sana, massa akasi dari PMII Kota Mataram membakar ban di depan gerbang Mapolda NTB pada sisi barat. Sedangkan di gerbang sisi timur, massa aksi dari Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB berhasil merangsek masuk ke halaman Mapolda NTB.

Dalam aksi di Mapolda NTB, sejumlah fasilitas rusak. Seperti kaca jendela ruang lobi Mapolda NTB, tiang bendera patah dan fasilitas di depan gerbang Mapolda NTB. Aliansi Mahasiswa dan Rakyat NTB kemudian bubar sekitar pukul 12.00 WITA. Selanjutnya, menggelar aksi di Kantor DPRD NTB.

Massa aksi mengecam keras tragedi 28 Agustus 2025, di mana seorang driver ojol tewas dilindas mobil rantis Brimob. Menurut massa aksi, peristiwa ini bukan sekedar kecelakaan biasa melainkan ada unsur kesengajaan yang diduga dilakukan aparat.

Editorial Team