Kupang, IDN Times - Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) mengungkap data ketimpangan kemiskinan antara wilayah perdesaan dan perkotaan yang semakin melebar dan semakin dalam. Ini disampaikan meskipun umumnya angka kemiskinan di NTT mengalami tren penurunan.
Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, memaparkan data kesenjangan ini dalam rilis resmi statistik secara daring, Kamis (5/2/2026), melalui channel YouTube resmi mereka.
“Memang terjadi penurunan tingkat kemiskinan, tetapi disparitas antara perkotaan dan perdesaan masih tinggi,” sebutnya berdasarkan analisis data per September lalu.
