ilustrasi kemiskinan (pexels.com/Riya Kumari)
Wahyudin menjelaskan garis kemiskinan di NTB pada September 2024 tercatat sebesar Rp540.339,00/kapita/bulan. Dengan komposisi garis kemiskinan makanan sebesar Rp409.165 atau 75,72 persen dan garis kemiskinan bukan makanan sebesar Rp131.174 atau 24,28 persen.
Pada September 2024, rata-rata rumah tangga miskin di Indonesia memiliki 4,13 orang anggota rumah tangga. Sehingga besarnya garis kemiskinan per rumah tangga secara rata-rata adalah sebesar Rp2.231.600,00/rumah tangga miskin/bulan.
Dia mengatakan garis kemiskinan pada September 2024 adalah sebesar Rp540.339,00 per kapita per bulan. Dibandingkan Maret 2024, Garis Kemiskinan naik sebesar 1,05 persen. Sementara jika dibandingkan Maret 2023, terjadi kenaikan sebesar 10,27 persen.
Dengan memperhatikan komponen garis kemiskinan (GK), yang terdiri dari garis kemiskinan makanan (GKM) dan garis kemiskinan bukan makanan (GKBM), bahwa peranan komoditas makanan masih jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan. Besarnya sumbangan GKM terhadap GK pada September 2024 di perkotaan sebesar 75,54 persen dan perdesaan sebesar 75,94 persen.
Pada September 2024, komoditas makanan yang memberikan sumbangan terbesar pada GK, baik di perkotaan maupun di perdesaan, pada umumnya hampir sama. Beras masih memberi sumbangan terbesar, yakni sebesar 26,22 persen di perkotaan dan 30,10 persen di perdesaan.
Kemudian rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar kedua terhadap GK yaitu 7,47 persen di perkotaan dan 8,04 persen di perdesaan. Komoditas lainnya adalah telur ayam ras sebesar 4,48 persen di perkotaan dan 3,52 persen di perdesaan, daging ayam ras 4,16 persen di perkotaan dan 2,14 persen di perdesaan, daging sapi 3,75 persen di perkotaan dan 0,16 persen di perdesaan, tongkol/tuna/cakalang sebesar 2,24 persen di perkotaan dan 2,77 persen di perdesaan.
Sementara, komoditas bukan makanan yang memberikan sumbangan terbesar, baik pada GK perkotaan dan perdesaan, adalah perumahan 7,68 persen di perkotaan dan 9,23 persen di perdesaan, bensin 4,75 persen di perkotaan dan 4,10 persen di perdesaan, dan listrik 2,46 persen di perkotaan dan 2,25 persen di perdesaan.
Selanjutnya, pendidikan, perlengkapan mandi, pakaian jadi anak-anak, pakaian jadi perempuan dewasa, kesehatan, perawatan kulit, muka, kuku, dan rambut; serta pakaian jadi laki-laki dewasa.
Secara rata-rata, kata Wahyudin, garis kemiskinan per rumah tangga pada September 2024 adalah sebesar Rp2.231.600,00/bulan, naik sebesar 0,81 persen dibanding kondisi Maret 2024 yang sebesar Rp2.213.670,00/bulan.