ilustrasi layanan medis rumah sakit (freepik.com)
Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Bima Fitriani, mengatakan korban sempat mengalami demam tinggi dan diare selama empat hari. Namun, orang tua korban menganggap penyakit tersebut tidak serius dan memilih merawat anaknya di rumah.
"Saat itu, orang tua mengira hanya diare dan demam biasa, jadi anaknya tidak langsung dibawa ke rumah sakit," ujar Fitriani saat dikonfirmasi, Minggu (16/3/2025).
Menurut Fitriani, kondisi korban semakin memburuk hingga akhirnya dibawa ke RSUD Bima pada tengah malam. Setibanya di IGD, korban langsung mendapatkan penanganan intensif, namun nyawanya tak tertolong.
"Pasien datang dalam kondisi sangat lemah dan kritis. Sekitar pukul 04.00 WITA, pasien dinyatakan meninggal dunia saat ditangani di IGD," terangnya.