Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Lokasi embung tempat korban tenggelam (IDN Times/Istimewa)
Lokasi embung tempat korban tenggelam (IDN Times/Istimewa)

Lombok Timur, IDN Times – Warga Dusun Karang Baru, Desa Jenggut Kecamatan Montong Gading, Kabupaten Lombok Timur (Lotim), dihebohkan dengan tenggelamnya seorang anak berusia 5 tahun, Dafa Alfarizki. 

Ia ditemukan meninggal dunia akibat tenggelam di Embung Puk Elep, Dusun Karang Baru, Desa Jenggut, Kecamatan Montong Gading, Lotim, Jumat, (21/4/25), sekitar pukul 14.30 Wita. Saat kejadian, korban diketahui tidak sedang bersekolah.

1. Kronologi Kejadian

Polisi saat melakukan pemeriksaan di lokasi korban tenggelam (IDN Times/Istimewa)

Menurut laporan saksi, Afrudin (26 tahun), warga Dusun Lingkok Telu, Desa Jenggut, kejadian bermula ketika ia mendengar kabar dari bengkel tempatnya bekerja bahwa ada anak yang tenggelam di Embung Puk Elep.

Afrudin bersama beberapa warga lainnya kemudian segera menuju lokasi kejadian. Sesampainya di sana, mereka hanya menemukan satu sandal mengapung di permukaan embung.

Saat kejadian korban diketahui tidak bersekolah, dan tidak diketahui oleh keluarga pergi bermain ke kawan embung. 

"Keluarga tidak mengetahui korban pergi bermain di tempat kejadian," ujar Kasi Humas Polres Lotim, AKP. Nicolas Usman.

2. Ditemukan di dasar embung

Polisi saat melakukan pemeriksaan tempat korban tenggelam (IDN Times/Istimewa)

Afrudin dan Mahyudin, warga setempat, langsung masuk ke dalam embung untuk mencari korban. Setelah sekitar 10 menit melakukan pencarian, korban ditemukan masih berada di dalam air.

Korban kemudian diangkat ke darat dan dibawa ke Puskesmas Waja Geseng, Kecamatan Kopang oleh pamannya, Mahsan, untuk mendapatkan pertolongan pertama. 

"Setelah diperiksa oleh petugas medis, korban dinyatakan telah meninggal dunia diduga akibat kehabisan oksigen," ungkap Nicolas.

3. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan

Keluarga korban tenggelam (IDN Times/Istimewa)

Kapolsek Montong Gading bersama Kanit Reskrim dan anggota piket segera menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan dari masyarakat. Setelah tiba di TKP, petugas melakukan pemeriksaan dan menemukan korban sudah dalam keadaan meninggal dunia. Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Petugas sempat menyarankan agar dilakukan autopsi untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban. Namun, keluarga korban menolak dan menerima kematian Dafa sebagai musibah.

"Kita himbau masyarakat lebih waspada dan memperhatikan keselamatan anak-anak, terutama di area-area yang berpotensi membahayakan seperti embung atau kolam," pungka Nicolas.

Editorial Team

EditorRuhaili