Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
BMKG: Waspada Cuaca Ekstrem Memasuki Peralihan Musim Kemarau di NTB
Ilustrasi banjir akibat hujan lebat. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Mataram, IDN Times - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Nusa Tenggara Barat (NTB) tetap waspada dalam 10 hari mendatang atau dasarian II Mei 2026. BMKG memprediksi potensi cuaca ekstrem pada peralihan musim kemarau di sebagian wilayah NTB.

Kepala Stasiun Klimatologi NTB Nuga Putrantijo mengatakan saat ini, sebagian wilayah di NTB telah mulai memasuki periode musim kemarau. Namun demikian, sebagian lain wilayah NTB masih berada pada periode transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.

"Masih terdapat potensi hujan pada 10 hari mendatang, masyarakat diharapkan untuk terus waspada terhadap potensi kejadian cuaca ekstrem yang dapat memicu bencana hidrometeorologis seperti angin kencang, banjir dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba," kata Nuga di Mataram, Senin (11/5/2026).

1. Daftar wilayah NTB dengan intensitas hujan 100 hingga 150 mm per dasarian

Prediksi curah hujan pada dasarian II Mei 2026 di wilayah NTB. (dok. BMKG)

Dijelaskan, pada dasarian II Mei 2026 (11 – 20 Mei), terdapat peluang hujan dengan intensitas di atas 50 mm/dasarian sebesar 40 persen hingga di atas 90 persen yang terjadi hampir di seluruh wilayah NTB. Kemudian terdapat peluang terjadi hujan dengan intensitas di atas 100 mm/dasarian sebesar 70 persen hingga di atas 90 persen yang terjadi di Kota Mataram, sebagian Lombok Barat, sebagian Lombok Tengah, sebagian kecil Lombok Utara, sebagian Kabupaten Sumbawa Barat, dan sebagian Kabupaten Sumbawa.

Selain itu, terdapat peluang terjadi hujan dengan intensitas dibatas 150 mm/dasarian sebesar 70 persen hingga di atas 90 persen yang terjadi di sebagian Kota Mataram, sebagian Lombok Barat, dan sebagian Lombok Tengah. Dia mengatakan masyarakat dapat memanfaatkan hujan yang masih terjadi guna mengantisipasi kekeringan yang umumnya terjadi pada musim kemarau.

"Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk menjaga kebersihan lingkungan, khususnya pada saluran dan aliran air, serta memperhatikan kondisi debit air di wilayah sekitar," kata dia.

2. Curah hujan tertinggi tercatat di Lombok Utara

Peta analisis curah hujan wilayah NTB pada dasarian I Mei 2026. (dok. BMKG)

Dia menjelaskan pada dasarian I Mei 2026 (1-10 Mei), curah hujan di wilayah NTB secara umum didominasi kategori rendah yaitu 0 – 50 mm/dasarian hingga menengah yaitu 51 - 150 mm/dasarian. BMKG menyebutkan curah hujan tertinggi tercatat di pos hujan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara sebesar 115 mm/dasarian.

Pada dasarian I Mei 2026, sifat hujan di wilayah NTB bervariasi pada kategori bawah normal hingga atas normal. Berdasarkan monitoring Hari Tanpa Hujan berturut – turut (HTH) provinsi NTB, secara umum berada pada kategori sangat pendek yaitu 1-5 hari hingga menengah yaitu 11-20 hari dan masih ada hujan pada saat updating.

3. Kondisi El Nino diprediksi moderat mulai Mei hingga Juli 2026

Ilustrasi hujan di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Nuga menambahkan, hasil monitoring Indian Ocean Dipole (IOD) pada dasarian terakhir menunjukkan berada pada kategori IOD netral dengan indeks -0.117 dan diprediksi akan berada pada kondisi IOD positif mulai bulan Mei tahun 2026. Kondisi El Nino diprediksi akan berkembang menjadi El Nino Moderat mulai periode Mei,Juni hingga Juli 2026.

Dia mengatakan aliran massa udara di sebagian besar Indonesia didominasi angin timuran. Secara umum tidak ada belokan angin dan pola pusat tekanan rendah yang terlihat di Indonesia. Anomali suhu muka laut di sebagian besar perairan Indonesia dalam kondisi normal hingga hangat.

"Sedangkan wilayah perairan selatan Jawa, Bali, dan NTB lebih dingin. MJO (Midden Julian Oscillation) dalam kondisi aktif di fase 2 (Indian Ocean) lalu diprediksi berangsur menjadi tidak aktif," jelasnya.

Editorial Team