Kupang, IDN Times - Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) bersiap menghadapi potensi lonjakan harga pangan pada semester pertama di 2026. Pada periode ini dipenuhi rangkaian Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) lintas agama yang berpotensi mendongkrak permintaan bahan pokok atau disebut sebagai fase combo festive season.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menyebut pemerintah pusat melalui APBN memberi dukungan pengendalian inflasi senilai Rp762,38 miliar pada momentum 9 musim hari keagamaan seperti Imlek, awal Ramadan, Idul Fitri, Idul Adha, Nyepi, Masa Prapaskah, Kenaikan Yesus Kristus, Waisak, hingga Paskah.
