Kupang, IDN Times - Badan Pusat Statistik Nusa Tenggara Timur (BPS NTT) mencatat pengangguran di wilayah perkotaan justru naik tajam per November 2025. Fenomena ini terjadi saat tingkat pengangguran terbuka (TPT) secara umum justru menurun. Dari segi gender, BPS mencatat bahwa perempuan lebih banyak menjadi pengangguran dibandingkan laki-laki.
Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, menjelaskan jumlah pengangguran di NTT sekitar 0,10 juta orang atau 100 ribu orang. Angka ini berasal dari total angkatan kerja 3,11 juta orang, dengan 3,01 juta orang bekerja. Sementara TPT NTT turun sebesar 3,10 persen namun jika dilihat berdasarkan wilayah, terlihat jelas perbedaan kota dan desa.
“TPT di wilayah perkotaan naik menjadi 6,44 persen, sementara di perdesaan turun menjadi 1,70 persen. Ini menunjukkan tekanan pasar kerja di kota lebih tinggi,” kata Matamira dalam keterangannya yang diterima pada Senin (9/2/2026).
