Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Bekas Siklon Tropis Narelle Picu Gelombang 4 Meter di Perairan NTB
Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa)

Mataram, IDN Times - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM) Lombok memperingatkan potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan NTB dalam tiga hari ke depan. Kondisi ini dipengaruhi bekas siklon tropis Narelle di Australia bagian Utara.

"Saat ini statusnya sudah menjadi bekas siklon tropis Narelle. Namun pergerakannya masih ke arah barat hingga barat daya, sehingga mempengaruhi baik kecepatan angin dan tinggi gelombang di sekitar wilayah perairan NTB," kata Prakirawan Stasiun Meteorologi ZAM Lombok Gede Dedy Krisnawan dikonfirmasi IDN Times, Senin (23/3/2026).

1. Gelombang tinggi hingga 4 meter berpotensi terjadi tiga hari ke depan

Ilustrasi gelombang tinggi. (IDN Times/Istimewa)

Gede mengungkapkan berdasarkan data prakiraan model, potensi gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan NTB masih dapat terjadi sampai tiga hari ke depan. Dia menyebutkan ada enam wilayah perairan NTB dengan gelombang tinggi hingga 4 meter.

Di antaranya, Selat Lombok bagian selatan, Perairan selatan Lombok, Perairan selatan Sumbawa, Selat Alas bagian selatan, Selat Sape bagian selatan dan Samudera Hindia Selatan NTB. Pihaknya meminta masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada guna menghindari kecelakaan laut.

2. Risiko keselamatan pelayaran

Ilustrasi ombak besar di pesisir Pantai Loang Baloq, Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

BMKG Stasiun Meteorologi ZAM Lombok juga memberikan peringatan dini secara khusus untuk mewaspadai gelombang yang dapat mencapai 2 meter atau lebih di hampir seluruh perairan selatan NTab, termasuk Selat Lombok, Selat Alas, Selat Sape, dan Samudra Hindia.

BMKG mengimbau operator moda transportasi laut untuk memperhatikan batasan risiko kecepatan angin dan tinggi gelombang, sebagai berikut:

  • Perahu Nelayan: Sangat berisiko jika kecepatan angin melebihi 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.

  • Kapal Tongkang: Sangat berisiko jika kecepatan angin melebihi 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.

  • Kapal Feri: Sangat berisiko jika kecepatan angin melebihi 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.

  • Kapal Kargo/Pesiar: Sangat berisiko jika kecepatan angin melebihi 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.

3. Wilayah NTB yang berpotensi dilanda angin kencang tiga hari ke depan

Ilustrasi angin kencang di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Gede menambahkan pada 23-25 Maret 2026, angin kencang berpotensi melanda kabupaten/kota di Pulau Lombok dan Sumbawa. Untuk wilayah Pulau Lombok, daerah yang berpotensi dilanda angin kencang antara lain Lombok Barat, Lombok Tengah, dan Lombok Timur.

Sedangkan untuk wilayah Pulau Sumbawa yaitu Sumbawa Barat, Kabupaten Sumbawa, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan Kota Bima. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi pohon tumbang, kerusakan atap bangunan, serta bahaya bagi pengguna jalan dan aktivitas pelayaran.

Editorial Team