Banjir yang menerjang wilayah Sekotong Lombok Barat. (IDN Times/Istimewa)
Sementara, Prakirawan BMKG Stasiun Klimatologi NTB Angga Permana mengatakan pada dasarian I Januari 2025 (1 – 10 Januari 2025) terdapat peluang curah hujan di atas 100 mm/dasarian di sebagian besar wilayah di Provinsi NTB dengan probabilitas 60% hingga 90%.
Terdapat pula peluang curah hujan di atas 150 mm/dasarian yang terjadi di sebagian Lombok Timur bagian Barat, sebagian kecil Sumbawa dan Tambora dengan probabilitas 40% - 60%.
Berdasarkan monitoring, analisis dan prediksi curah hujan dasarian, terdapat indikasi curah hujan tinggi dengan level waspada yaitu di Kwcamatan Sanggar Kabupaten Bima, Kecamatan Narmada Lombok Barat Narmada.
Kemudian Kecamatan Batuliang, Batuliang Utara, Kopang, Praya, Pringgarata Kabupaten Lombok Tengah, Kecamatan Aikmel, Kecamatan Masbagik, Kecamatan Montong Gading, Kecamatan Pringgasela, Kecamatan Sambelia, Kecamatan Sembalun, Kecamatan Sikur, Kecamatan Suela, Kecamatan Suralaga, Kecamatan Terara, Kecamatan Wanasaba Kabupaten Lombok Timur.
Selanjutnya, Kecamatan Bayan, Gangga, Kayangan, Tanjungombok Utara, Kecamatan Labuhan Badas, Plampang Kabupaten Sumbawa. Kemudian untuk indikasi curah hujan tinggi dengan level siaga yaitu di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu dan Kecamatan Tambora Kabupaten Bima.
Angga menjelaskan saat ini wilayah NTB masih dalam periode puncak musim hujan. Dia mengatakan adanya potensi hujan yang cukup signifikan pada 10 hari mendatang, sehingga masyarakat diimbau agar berhati-hati ketika di luar rumah serta diharapkan tidak membuang sampah pada saluran air dan membersihkan drainase untuk mengantisipasi terjadinya luapan air saat hujan terjadi.
"Masyarakat juga perlu mewaspadai adanya potensi terjadi hujan dan angin kencang yang dapat terjadi secara tiba-tiba, khususnya pada periode peralihan musim seperti sekarang ini," ujarnya.