Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Rendam 4 Kelurahan di Kota Bima, Ratusan KK Terdampak
Tangkapan layar saat banjir rendam pemukiman warga di Kota Bima (Dok/Istimewa)

Kota Bima, IDN Times - Banjir merendam empat kelurahan di Kota Bima Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) Kamis malam (8/2/2024). Akibatnya sebanyak 264 Kepala Keluarga (KK) terdampak bencana alam itu.

"264 KK ini menyebar di Kelurahan Paruga, Manggemaci, Pane dan Dara Kecamatan Rasana'e Barat," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bima, Gufran dikonfirmasi Jumat siang (9/2/2024).

1. Air sungai meluap ke pemukiman

Tangkapan layar saat banjir rendam pemukiman warga Kota Bima (Dok/Istimewa)

Menurut Gufran, banjir terjadi akibat dari luapan air Sungai Padolo usai Kota Bima dan sekitarnya diguyur hujan deras. Banjir tersebut lalu meluap ke pemukiman, hingga ratusan rumah terdampak.

"Penyebab banjir dari luapan air Sungai Padolo. Ketinggian luapan air sungai tadi malam sekitar 30 sentimeter," terang dia.

Ratusan KK yang terdampak ini sebagian terpaksa mengungsi ke dataran tinggi. Ada yang ke rumah tetangga yang tak terendam banjir, juga ke rumah keluarga di kelurahan lain.

"Sebagai mengungsi dan sebagian lain ada yang bertahan di rumah masing-masing," bebernya.

2. Banjir rendam jalan raya

Ilustrasi banjir di jalan raya. (ANTARA FOTO/Aji Styawan)

Selain rumah, banjir juga merendam ruas jalan Gajahmada dan Soekarno Hatta terutama di dataran rendah. Dampak dari luapan itu, puluhan kendaraan ronda dua dan empat terpaksa balik arah mencari jalur lain.

"Terutama di dataran rendah, air tergenang di ruas jalan raya. Banyak kendaraan yang tidak bisa lewat, karena airnya tinggi,"

Menurut Gufran, air baru berangsur surut sekitar pukul 22.00 Wita. Hal itu beriringan dengan intensitas hujan yang mulai berhenti baik di Kota Bima dan wilayah sekitar Kabupaten Bima.

3. Empat kelurahan terdampak banjir, tidak ada pintu air

ilustrasi hujan disertai angin kencang (IDN Times/Muhammad Nasir)

Gufran mengatakan, empat kelurahan terdampak banjir ini seharusnya dibuatkan pintu air. Tujuannya, untuk mengantisipasi genangan air yang dapat memicu terjadi banjir merendam pemukiman.

"Nanti kami akan bahas bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait hal ini. Semoga nanti bisa dibangun pintu air, supaya banjir tidak rendam pemukiman," terangnya.

Terhadap kerugian akibat dari bencana alam ini, hingga Jumat siang masih dilakukan pendataan oleh tim di lapangan. Namun estimasinya tidak terlalu banyak, karena hanya tiga kelurahan terdampak.

"Masih di data sama tim di lapangan untuk kerugiannya," pungkas Gufran.

Editorial Team