Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Banjir Parah Terjang 5 Desa di Jerowaru, Bocah 4 Tahun Hanyut di Selong
Banjir bandang terjadi di desa Wakan Kecamatan Jerowaru merendam rumah warga (IDN Times / Ruhaili)

Lombok Timur, IDN Times – Hujan lebat disertai angin kencang yang mengguyur wilayah Lombok Timur selama tiga hari (23 hingga 25 Februari 2026) disebut jadi penyebab banjir di lima desa Kecamatan Jerowaru. Tak hanya itu, seorang anak berusia 4 tahun dilaporkan hanyut terseret arus drainase di Lingkungan Seruni, Kelurahan Selong, Kecamatan Selong.

Camat Jerowaru, Sirah, mengonfirmasi bahwa lima desa yang terdampak banjir meliputi Desa Ekas Buana, Seriwe, Pandan Wangi, Wakan, dan Pemongkong. Banjir kali ini dinilai lebih parah dibandingkan kejadian serupa pada Januari lalu.

"Hujan dengan intensitas tinggi membuat debit air meningkat signifikan. Di beberapa titik, banjir memang sudah terjadi sejak bulan lalu dan diperparah dengan cuaca hari ini," ujar Sirah.

1. Terparah Ekas Buana

Banjir bandang terjadi di desa Ekas Buana Kecamatan Jerowaru (IDN Times / IDN Times)

Dampak terparah tercatat di Desa Ekas Buana, di mana lebih dari 400 rumah terendam. Dusun Sungkun, yang merupakan bagian dari desa tersebut, disebut telah terendam banjir sejak 23 Januari lalu dan belum kunjung surut. Ketinggian air di dusun itu bahkan dilaporkan melebihi kejadian sebelumnya, menyebabkan tenda pengungsian milik BPBD Lotim ikut ambruk.

Sementara itu, di Dusun Semerang, Desa Seriwe, sebanyak 70 rumah warga juga kembali terendam. Di Desa Wakan, tembok keliling masjid jebol diterjang arus, dan satu madrasah di Desa Pandan Wangi turut terendam.

"Sejauh ini rumah warga hanya terendam, belum ada yang rusak berat. Namun, fasilitas umum seperti masjid dan madrasah terdampak cukup parah," tambah Sirah.

2. BPBD kerahkan alat berat

Banjir bandang terjadi di desa Wakan Kecamatan Jerowaru (IDN Times / Ruhaili)

Menindaklanjuti banjir yang meluas di Kecamatan Jerowaru, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur mulai mengerahkan alat berat ke lokasi terdampak. Langkah ini dilakukan untuk melakukan normalisasi sungai dan mempercepat pembuangan air ke laut guna mencegah banjir susulan.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Lombok Timur, Hadi Jayari, menjelaskan bahwa hujan deras yang terus mengguyur membuat sungai meluap dan menyebabkan puluhan rumah terendam, serta satu sekolah rusak.

"Hari ini kita drop alat berat untuk memperbaiki saluran air dan mengeruk sungai yang dangkal. Selain itu, kita pasang pipa pembuangan ke laut dan menyiapkan pompa air untuk menguras genangan di permukiman warga," jelas Hadi.

3. Terparah yang pernah terjadi

Lokasi korban terseret arus (IDN Times/Ruhaili)

Menurut Hadi, banjir tahun ini terbilang parah dibanding tahun-tahun sebelumnya, sebab merendam banyak pemukiman. Ia memastikan timnya akan terus bersiaga dan berupaya maksimal untuk mengurangi dampak bencana selama cuaca ekstrem masih berlangsung.

Sementara itu, untuk korban hanyut tim gabungan dari BPBD, Damkarmat, dan SAR masih melakukan pencarian terhadap bocah bernama Azriel (4) yang hanyut saat bermain hujan di dekat drainase. Ia mengimbau orang tua agar lebih waspada dan mengawasi anak-anak saat beraktivitas di luar rumah.

"Kita minta warga tetap waspada mengingat cuaca buruk diprediksi masih akan berlangsung," tutupnya.

Topics

Editorial Team