Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Angin Puting Beliung Terjang Sabu Raijua NTT, Gudang Garam Rata dengan Tanah
Kerusakan akibat angin puting beliung di Sabu Raijua, NTT. (Dok Polres Sabu Raijua)
  • Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang Sabu Raijua, NTT, merusak rumah warga dan merobohkan gudang garam milik PT Nataga Raihawu Industri hingga rata dengan tanah.
  • Kerugian akibat bencana ini ditaksir mencapai Rp520 juta, namun tidak ada korban jiwa. Polisi telah mendata kerusakan dan mengimbau warga tetap waspada terhadap cuaca ekstrem.
  • BMKG memperingatkan potensi angin kencang di wilayah NTT akibat dampak Ex-Siklon Tropis Narelle serta dinamika atmosfer yang meningkatkan curah hujan pada 24–25 Maret 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
  • What?
    Angin puting beliung disertai hujan deras menerjang wilayah Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur, merusak sejumlah rumah warga dan merobohkan gudang garam milik PT Nataga Raihawu Industri hingga rata dengan tanah.
  • Who?
    Peristiwa ini menimpa warga Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat. Kapolres Sabu Raijua AKBP Paulus Naatonis memimpin penanganan di lapangan. BMKG juga memberikan peringatan dini terkait kondisi cuaca ekstrem.
  • Where?
    Kejadian terjadi di RT 10 RW 05, Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur.
  • When?
    Bencana terjadi pada Senin, 23 Maret 2026 sekitar pukul 09.00 WITA dan dilaporkan secara resmi pada Selasa, 24 Maret 2026.
  • Why?
    Berdasarkan keterangan BMKG, angin kencang dipicu oleh dampak Ex-Siklon Tropis Narelle yang berpotensi kembali menjadi Siklon Tropis serta pengaruh dinamika atmosfer regional seperti Monsun Asia dan Gelombang Equator Rossby.
  • How?
    Angin datang tiba-tiba dengan durasi sekitar satu menit, menerbangkan at
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Ada angin besar banget di Sabu Raijua, NTT. Anginnya datang cepat sekali dan bikin banyak rumah rusak. Satu gudang garam besar roboh sampai rata tanah. Barang-barang terbang jauh. Polisi datang lihat keadaan dan bilang tidak ada orang yang luka. Sekarang orang diminta hati-hati karena bisa ada angin kencang lagi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kupang, IDN Times - Angin puting beliung disertai hujan deras merusak sejumlah rumah warga hingga membuat sebuah gudang garam di Kelurahan Mebba, Kecamatan Sabu Barat, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT), roboh sehingga rata dengan tanah.

Kapolres Sabu Raijua AKBP Paulus Naatonis mengatakan, angin puting beliung datang secara tiba-tiba dan berlangsung singkat, namun berdampak cukup besar.

“Peristiwa ini terjadi pada Senin kemarin (23/3/2026) sekitar pukul 09.00 WITA. Angin datang tiba-tiba dengan durasi kurang lebih satu menit, namun langsung menerbangkan beberapa bagian bangunan warga,” ujarnya dalam keterangan yang diterima Selasa (24/3/2026).

1. Kerugian capai Rp520 juta

Kerusakan akibat angin puting beliung di Sabu Raijua, NTT. (Dok Polres Sabu Raijua)

Sebuah gudang utama milik perusahaan garam bernama PT Nataga Raihawu Industri (NRI) roboh hingga rata dengan tanah. Gudang berukuran 20x50 meter dengan tinggi sekitar 6 meter ini berlokasi di RT 10 RW 05, Kelurahan Mebba.

Ia menyebut tafsiran kerusakan pada bangunan tersebut akibat bencana alam ini mencapai sekitar Rp520 juta.

Gudang ini sendiri terbuat dari baja ringan dan dinding clasiboard yang saat kejadian tak bisa menahan terjangan angin. Angin puting beliung juga melenyapkan sejumlah atap seng entah ke mana, sementara beberapa lainnya ditemukan sejauh kurang lebih 300 meter dari lokasi.

2. Warga alami kerugian, tak ada korban jiwa

Kerusakan akibat angin puting beliung di Sabu Raijua, NTT. (Dok Polres Sabu Raijua)

Kerusakan lainnya terjadi pada gudang penyimpanan bahan bangunan milik salah satu warga, Donserses Nara Lulu di RT 007 RW 004. Kerusakan yang dialaminya sekitar Rp3,5 juta akibat atap gudang berisi tripleks dan klasiboard yang terlepas akibat diterjang angin.

Kemudian teras dan dapur rumah milik Anjas Padji Kana, salah satu warga, juga mengalami kerusakan dengan nilai kerugian sekitar Rp3 juta.

Paulus sendiri menegaskan pihaknya telah turun ke lokasi untuk menangani kejadian ini dan memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

“Kami sudah menerima laporan, melakukan identifikasi kerugian, serta mendata dampak kerusakan akibat bencana ini,” jelasnya.

Polres Sabu Raijua mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang bisa terjadi sewaktu-waktu.

3. BMKG ingatkan potensi angin kencang

Ilustrasi BMKG NTT. (IDN Times/ Putra F. D. Bali Mula)

Sementara Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sebelumnya merilis peringatan dini angin kencang di wilayah NTT akibat dampak Ex- Siklon Tropis Narelle yang berpotensi tinggi kembali menjadi Siklon Tropis.

"Dalam 48 jam ke depan berpotensi tinggi untuk berkembang Kembali menjadi Siklon Tropis dan bergerak ke arah Barat Daya," jelas Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang Sti Nenotek, Selasa (24/3/2026).

Ia mengemukakan wilayah Sabu Raijua akan terdampak angin kencang juga pada 24-25 Maret 2026.

Selain itu terdapat Dinamika Atmosfer skala regional, yaitu menguatnya Monsun Asia, Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Atmosfer Low dan aktifnya Gelombang Equator Rossby yang menyebabkan peningkatan curah hujan di wilayah NTT.

Editorial Team