Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_20260124_153845_642.jpg
Atap rumah warga yang diterbangkan angin kencang di wilayah Kabupaten Bima, Jumat (23/1/2026). (dok. BPBD NTB)

Mataram, IDN Times - Cuaca ekstrem berupa hujan lebat dan angin kencang menerjang tujuh kecamatan di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB), pada Jumat (23/1/2026). Kejadian itu menyebabkan atap rumah warga beterbangan.

Berdasarkan laporan yang diterima BPBD NTB, Sabtu (24/1/2026), angin kencang mengakibatkan puluhan rumah warga rusak pada bagian atap. Selain itu, angin kencang juga menyebabkan kerusakan sejumlah fasilitas umum pada tujuh kecamatan terdampak.

"Angin kencang yang menyertai hujan menyebabkan atap rumah warga beterbangan dan merusak bangunan di beberapa kecamatan," kata Kepala Pelaksana BPBD NTB Sadimin.

1. Tujuh kecamatan terdampak di Bima

Atap rumah warga yang diterbangkan angin kencang di wilayah Kabupaten Bima, Jumat (23/1/2026). (dok. BPBD NTB)

Sadimin menjelaskan wilayah terdampak meliputi tujuh kecamatan, yaitu Kecamatan Donggo, Tambora, Langgudu, Wawo, Ambalawi, Madapangga dan Wera. Kecamatan Dongo menjadi wilayah dengan dampak paling signifikan, mencakup Desa Mpili, Desa Oo, Desa Kala, Desa Doridunga, Desa Bumipajo, dan Desa Mbawa.

Di Desa Oo, tercatat 47 unit rumah rusak pada bagian atap yang berdampak pada 145 jiwa, serta kerusakan satu unit pesanggrahan. Sementara itu, di Desa Kala terdapat 36 unit rumah rusak yang berdampak pada 114 jiwa, serta dua unit fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan atap.

2. Kerusakan fasilitas umum

Ilustrasi angin kencang di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Selain rumah warga, angin kencang juga merusak sejumlah fasilitas umum berupa fasilitas kesehatan, gedung serbaguna, dan sejumlah fasilitas pendidikan di desa-desa lainnya. Kerusakan satu unit fasilitas kesehatan dan pendidikan terjadi di Desa Mpili Kecamatan Donggo.

Kemudian dua unit fasilitas pendidikan di Desa Kala, satu unit fasilitas pendidikan dan gedung serba guna di Desa Doridunga Kecamatan Donggo. Sedangkan di kecamatan lainnya, terjadi kerusakan rumah warga pada bagian atap.

3. Kebutuhan mendesak bagi warga terdampak

Atap rumah warga yang rusak diterjang angin kencang di Kabupaten Bima. (dok. BPBD NTB)

Saat ini, kata dia, kondisi di seluruh wilayah terdampak dilaporkan sudah kondusif. Namun demikian, kebutuhan mendesak berupa bantuan tanggap darurat, logistik, dan peralatan masih diperlukan untuk mendukung pemulihan warga terdampak.

Pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap waspada, mengingat wilayah NTB telah memasuki musim hujan dan sebagian berada pada puncaknya. Potensi hujan dengan intensitas tinggi pada Dasarian III Januari 2026 dapat memicu bencana hidrometeorologi.

Seperti angin kencang, banjir, dan tanah longsor yang dapat terjadi secara tiba-tiba. BMKG telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem melanda wilayah NTB hingga 26 Januari mendatang.

Editorial Team