Kupang, IDN Times - Bupati Ngada, Raymundus Bena, mengungkapkan hasil temuan tim yang diturunkannya ke lapangan terkait kematian seorang anak SD berinisial YBR (10). Ia menyebut, sebelum peristiwa tragis tersebut terjadi, korban kerap meminta ibunya untuk melakukan pencairan dana Program Indonesia Pintar (PIP) guna memenuhi kebutuhan sekolah.
Raymundus mengatakan tim juga menemukan sejumlah fakta lain dalam penanganan kasus ini. Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), menegaskan peristiwa yang dinilai tragis dan traumatis tersebut tidak boleh kembali terulang di kemudian hari.
Untuk menindaklanjuti temuan tersebut, Pemkab Ngada membentuk tim terpadu yang melibatkan berbagai pihak. Tim ini terdiri dari dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, dinas pendidikan, serta instansi terkait lainnya, yang telah melakukan pendalaman dan menemukan beberapa hal penting di lapangan.
