BGN kumpulkan ribuan tenaga gizi dan kepala SPPG se-Jateng DIY di GOR Jatidiri Semarang. (IDN Times/Dok Humas Pemprov Jateng)
Sementara, Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal mengatakan program MBG telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan, termasuk menyerap 31.509 tenaga kerja lokal dalam kurun waktu sekitar 10 bulan.
Program tersebut didukung oleh 670 SPPG aktif dan 2.719 mitra pemasok (supplier). Iqbal menyebut program MBG menggerakkan ekonomi lokal, dengan anggaran mencapai Rp5,7 triliun dalam setahun.
Dalam pelaksanaan program MBG di NTB, terjadi sejumlah kasus keracunan, seperti yang terjadi di Desa Darmaji, Kecamatan Kopang, Lombok Tengah, pada Januari lalu. Terhadap kejadian itu, Gubernur Iqbal meminta dilakukan evaluasi menyeluruh.
Evaluasi tidak hanya soal bahan pangan, tetapi harus menyeluruh terhadap seluruh aspek operasional SPPG. Mulai dari kedisiplinan pelaksana, kualitas dan kemampuan juru masak, hingga proses pembelian bahan pangan.
Pemeriksaan juga mencakup potensi kelalaian dalam pemilihan bahan baku, termasuk kemungkinan penggunaan bahan kedaluwarsa. Serta memastikan semua tahapan berjalan sesuai standar, mulai dari pembersihan, proses memasak, pengemasan, hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.
Selain itu, Iqbal meminta peningkatan standar sanitasi secara serius, termasuk sterilisasi alat makan, perbaikan kualitas air yang digunakan. Kemudian penataan alur limbah agar tidak menimbulkan kontaminasi silang.
Dia meminta Dinas Kesehatan provinsi maupun kabupaten/kota bersama perangkat daerah terkait harus melakukan pengawasan dan pembinaan secara rutin dan tegas.