Validasi emosi adalah kemampuan orang tua untuk mengenali, menerima, dan merespons perasaan anak tanpa meremehkan atau menghakimi. Sayangnya, banyak orang tua tidak menyadari bahwa kalimat seperti “jangan berlebihan”, “itu sepele”, atau “kamu harusnya kuat” dapat membuat anak merasa emosinya tidak penting. Ketika emosi anak tidak divalidasi, ia belajar memendam perasaan daripada memahaminya.
Dalam psikologi perkembangan, kurangnya validasi emosi dapat berdampak pada cara anak mengelola stres, membangun hubungan, dan memandang dirinya sendiri. Anak mungkin tampak baik-baik saja di luar, tetapi menyimpan kebingungan dan luka emosional di dalam.
Berikut 7 tanda yang sering muncul pada anak yang tumbuh tanpa validasi emosi yang cukup dari orang tua.
