Bulan Ramadan sering terasa berbeda dibanding bulan-bulan lainnya. Ada suasana yang lebih hening, ritme hidup yang melambat, dan emosi yang terasa lebih terkendali. Banyak orang, bahkan yang biasanya mudah cemas atau gelisah, mengakui bahwa selama Ramadan, batin mereka terasa lebih ringan dan damai, meskipun secara fisik tubuh sedang menahan lapar dan haus.
Ketenangan ini bukanlah sesuatu yang muncul secara ajaib, melainkan hasil dari kombinasi perubahan psikologis, spiritual, dan sosial yang terjadi secara bersamaan. Ramadan menghadirkan ruang jeda dari kebisingan hidup, memberi kesempatan bagi pikiran dan perasaan untuk bernafas lebih lega.
Berikut 7 alasan mengapa bulan Ramadan kerap membawa ketenangan bagi banyak orang.
