Dalam hubungan pertemanan, kepercayaan adalah fondasi yang paling rapuh sekaligus paling berharga. Ketika seseorang memilih untuk berbagi rahasia, sesungguhnya ia sedang menyerahkan sebagian rasa aman dan kerentanannya. Sayangnya, tidak semua teman memiliki kapasitas emosional untuk menjaga kepercayaan tersebut dengan bijak.
Secara psikologis, kebiasaan membocorkan rahasia sering kali tidak sekadar soal “tidak sengaja”, melainkan berkaitan dengan kebutuhan akan validasi, kontrol sosial, atau kurangnya empati. Mengenali tanda-tandanya sejak awal dapat membantu kita menjaga batasan diri agar tidak terluka oleh orang yang keliru kita percaya.
Berikut 6 tanda seorang teman tidak bisa menyimpan rahasia, hati-hati, ya.
