Ramadan selalu datang dengan suasana yang berbeda. Udara terasa lebih tenang, malam lebih hidup, dan siang lebih hening. Namun di balik rutinitas sahur, berbuka, dan tarawih, ada peluang besar yang sering terlewatkan, yaitu kesempatan untuk mengatur ulang arah hidup. Ramadan bukan sekadar perubahan jadwal makan, melainkan undangan untuk memperbarui niat, kebiasaan, dan cara kita memandang diri sendiri.
Banyak orang berharap menjadi pribadi yang lebih baik, tetapi bingung harus mulai dari mana. Ramadan menawarkan struktur alami untuk memulai perubahan itu. Selama tiga puluh hari, kita dilatih menahan diri, mengatur emosi, dan memperbanyak refleksi. Jika dijalani dengan sadar, bulan ini bisa menjadi momentum reset hidup yang nyata, bukan hanya semangat musiman yang hilang setelah lebaran.
Berikut 5 tips menjadikan bulan Ramadan sebagai momentum reset hidup.
