Tantrum adalah bagian alami dari perkembangan emosional anak, terutama pada usia balita dan prasekolah. Anak belum memiliki kemampuan bahasa dan pengendalian emosi yang matang, sehingga ledakan emosi sering menjadi cara mereka mengekspresikan frustrasi, lelah, atau kebutuhan yang belum terpenuhi. Meski normal, tantrum tetap menjadi situasi yang menantang bagi banyak orang tua.
Dalam psikologi perkembangan, respons orang tua terhadap tantrum jauh lebih berpengaruh daripada tantrum itu sendiri. Cara orang tua bersikap akan direkam dalam memori emosional anak dan memengaruhi bagaimana ia belajar mengelola emosi di masa depan.
Berikut 5 tips psikologis agar orang tua dapat menghadapi tantrum anak tanpa kehilangan kendali emosi.
