Banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa hidup akan terasa lebih aman jika mereka menjadi versi terbaik, atau tepatnya, versi sempurna dari diri sendiri. Kita diajarkan untuk tidak boleh salah, harus kuat, harus selalu berkembang, dan sebisa mungkin tidak mengecewakan siapa pun. Tanpa sadar, standar ini kita internalisasi sebagai ukuran nilai diri.
Namun di balik ambisi menjadi sempurna, sering tersembunyi kelelahan emosional yang tidak pernah diakui. Kita lelah berpura-pura baik-baik saja, lelah mengejar standar yang terus bergeser, dan lelah merasa tidak pernah cukup. Lewat artikel ini, penulis mengajak kamu berhenti sejenak, bukan untuk menyerah, tetapi untuk menemukan cara hidup yang lebih manusiawi dan sehat secara psikologis.
Berikut 5 tips untuk berhenti terobsesi menjadi versi sempurna diri sendiri.
