Banyak orang menganggap menulis jurnal hanya sekadar kebiasaan remaja atau aktivitas yang tidak terlalu penting. Padahal, dalam psikologi, menulis jurnal emosi adalah salah satu cara sederhana namun efektif untuk memahami diri sendiri. Emosi yang selama ini hanya berputar di kepala sering kali terasa lebih berat karena tidak pernah benar-benar dikeluarkan.
Menulis jurnal emosi bukan tentang menulis dengan indah atau rapi, melainkan tentang kejujuran pada diri sendiri. Ketika dilakukan secara konsisten selama satu bulan, perubahan psikologisnya sering kali mengejutkan. Tanpa disadari, pikiran menjadi lebih jernih, emosi lebih terkelola, dan hubungan dengan diri sendiri terasa lebih hangat.
Berikut 5 manfaat mengejutkan dari menulis jurnal emosi selama 1 bulan.
