Setiap akhir dan awal tahun sering menjadi ruang evaluasi yang sunyi. Kita menengok ke belakang, mengingat rencana yang pernah disusun dengan penuh harapan, lalu menyadari bahwa tidak semuanya berjalan seperti yang diinginkan. Di titik ini, kekecewaan sering kali tidak hanya tertuju pada keadaan, tetapi juga pada diri sendiri.
Tanpa sadar, kita menjadi hakim paling keras bagi hidup kita sendiri. Kita mengulang kesalahan, membandingkan diri dengan versi ideal yang tak pernah terwujud, dan menyimpan rasa bersalah yang terus dibawa ke tahun berikutnya. Penulis mengajak kamu melihat kegagalan bukan sebagai bukti ketidakmampuan, melainkan sebagai pengalaman manusiawi yang layak dimaafkan.
Berikut 5 langkah memaafkan diri atas tahun yang tidak berjalan sesuai rencana.
