Di tengah tuntutan untuk selalu berhasil, produktif, dan terlihat baik-baik saja, banyak orang tumbuh dengan keyakinan bahwa hidup harus berjalan sempurna. Kesalahan sering dianggap kegagalan, dan ketidakteraturan dipandang sebagai kelemahan. Padahal, standar kesempurnaan inilah yang sering membuat kita lelah secara emosional.
Buku dapat menjadi pengingat lembut bahwa hidup tidak pernah benar-benar rapi. Melalui kisah, refleksi, dan pengalaman nyata, beberapa buku mengajarkan bahwa ketidaksempurnaan justru membuat hidup terasa lebih manusiawi.
Berikut 5 buku yang membantu kamu melepaskan tuntutan sempurna dan belajar menerima hidup apa adanya.
