Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
nyongkolan (dok. IDN Times)
nyongkolan (dok. IDN Times)

Intinya sih...

  • Tenun Sasak dikenal internasional sebagai kain tradisional Indonesia dengan motif khas dan nilai budaya yang tinggi.

  • Tradisi Bau Nyale menarik perhatian wisatawan dunia karena cerita Putri Mandalika yang melatarbelakangi ritual ini.

  • Peresean, desa adat Sasak, dan filosofi hidup masyarakatnya juga menjadi daya tarik bagi wisatawan internasional.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Budaya Sasak merupakan bagian penting dari identitas Nusa Tenggara Barat yang terus hidup dan berkembang hingga kini. Berakar dari tradisi, nilai spiritual, dan hubungan erat dengan alam, budaya Sasak tidak hanya dijaga oleh masyarakat lokal, tetapi juga menarik perhatian dunia internasional. Keunikan dan keasliannya membuat budaya ini tampil menonjol di tengah keberagaman budaya global.

Seiring berkembangnya pariwisata dan keterbukaan informasi, berbagai aspek budaya Sasak mulai dikenal luas oleh wisatawan, peneliti, dan pencinta budaya dari berbagai negara. Dari tradisi hingga karya seni, budaya Sasak menghadirkan nilai universal tentang kehidupan, keseimbangan, dan kebersamaan.

Berikut 5 budaya Sasak yang telah dikenal di berbagai belahan dunia.

1. Tenun Sasak sebagai warisan budaya nusantara

Nyongkolan di Lombok (dok.IDN Times)

Tenun Sasak dikenal secara internasional sebagai salah satu kain tradisional Indonesia yang memiliki motif khas dan proses pembuatan yang rumit. Kain ini sering dipamerkan dalam berbagai pameran budaya dan fesyen di luar negeri, memperkenalkan identitas Sasak kepada dunia.

Lebih dari sekadar produk tekstil, tenun Sasak menyimpan nilai budaya dan filosofi hidup masyarakatnya. Proses menenun yang dilakukan secara tradisional mencerminkan kesabaran, ketekunan, dan penghormatan terhadap warisan leluhur.

2. Tradisi Bau Nyale yang menarik perhatian wisatawan dunia

Wisatawan asing ikut berburu cacing laut pada event bau nyale di Pantai Seger Mandalika, Jumat (29/2/2024). (IDN Times/Muhammad Nasir)

Bau Nyale telah menjadi salah satu tradisi budaya Lombok yang dikenal luas oleh wisatawan mancanegara. Tradisi tahunan ini menarik ribuan pengunjung yang ingin menyaksikan langsung ritual menangkap nyale di pesisir Lombok.

Legenda Putri Mandalika yang melatarbelakangi Bau Nyale membuat tradisi ini memiliki daya tarik universal. Nilai pengorbanan dan persatuan yang terkandung di dalamnya menjadikan Bau Nyale lebih dari sekadar festival, tetapi cerita budaya yang mampu menyentuh banyak kalangan.

3. Peresean sebagai seni bela diri tradisional

Atraksi seni budaya presean di Pasar Seni Senggigi. (dok. Dispar Lobar)

Peresean dikenal sebagai seni bela diri tradisional Sasak yang sering ditampilkan dalam event budaya dan festival internasional. Aksi para pepadu dengan rotan dan perisai menarik perhatian karena memadukan kekuatan fisik, seni, dan nilai sportivitas.

Di mata dunia, Peresean menunjukkan bahwa tradisi tidak selalu lembut, tetapi bisa kuat dan berkarakter tanpa kehilangan nilai kemanusiaan. Tradisi ini memperkenalkan budaya Sasak sebagai budaya yang menjunjung kehormatan dan pengendalian diri.

4. Desa adat Sasak sebagai destinasi budaya dunia

Warga Desa Sade yang ada di Lombok. (IDN Times/Sunariyah)

Desa adat Sasak seperti Sade dan Ende telah menjadi destinasi budaya yang dikenal oleh wisatawan internasional. Kehidupan tradisional yang masih dijalani secara autentik menjadi daya tarik utama bagi mereka yang ingin mengenal budaya lokal secara langsung.

Bagi dunia internasional, desa adat Sasak menawarkan pengalaman budaya yang hidup, bukan sekadar museum. Interaksi langsung dengan masyarakat membuat budaya Sasak terasa nyata dan relevan, sekaligus memperkuat citra Lombok sebagai destinasi budaya dunia.

5. Filosofi hidup Sasak yang mendunia melalui pariwisata

Lahan tanaman bawang putih di Desa Sembalun Lotim (IDN Times/Istimewa)

Nilai hidup masyarakat Sasak seperti kesederhanaan, gotong royong, dan keharmonisan dengan alam semakin dikenal dunia melalui pariwisata berkelanjutan. Banyak wisatawan yang terkesan dengan cara hidup masyarakat Sasak yang tenang dan penuh makna.

Filosofi hidup ini menjadi daya tarik tersendiri di mata dunia modern yang serba cepat. Budaya Sasak memperlihatkan bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari kemewahan, melainkan dari keseimbangan dan hubungan yang sehat dengan alam dan sesama.

Budaya Sasak yang dikenal dunia bukanlah hasil dari upaya instan, melainkan buah dari konsistensi masyarakat dalam menjaga tradisi dan nilai leluhur. Lima budaya ini menunjukkan bahwa warisan lokal mampu berbicara secara global tanpa kehilangan jati diri. Melalui budaya Sasak, dunia belajar tentang kehidupan yang sederhana, harmonis, dan penuh makna.

Itulah 5 budaya Sasak yang sudah dikenal di berbagai belahan dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team