Mataram, IDN Times - Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) NTB mencatat sejak Januari hingga September 2026, sebanyak 22 ribu warga NTB mengadu nasib ke luar negeri. Ketidaksesuaian antara kompetensi lulusan dengan kebutuhan industri menjadi penyebab banyaknya warga NTB memilih bekerja ke luar negeri.
Kepala Disnakertrans NTB, Aidy Furqan mengatakan sebagian besar warga NTB yang menjadi pekerja migran ke luar negeri dengan negara tujuan Malaysia, Taiwan, Timur Tengah, Jepang, Turki, Singapura, dan sejumlah negara lainnya.
"Kalau lapangan pekerjaan di NTB seharusnya tidak terbatas. Cuma, kompetensi lulusan belum sesuai dengan kebutuhan dunia kerja. Misalnya melimpah lulusan tamatan A, padahal yang dibutuhkan tamatan B," kata Aidy di Mataram, Jumat (23/10/2026).
