Kupang, IDN Times - Polres Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat kasus penyelundupan manusia (people smuggling) yang terjadi selama 10 tahun terakhir melibatkan 165 warga negara asing (WNA) dari 9 kasus yang mereka tangani.
Kapolres Rote Ndao, AKBP Mardiono, menyebut selama 2010 - 2025 kasus ini melibatkan warga negara dari 5 negara. Warga yang paling banyak terlibat kasus penyelundupan manusia adalah Bangladesh yakni 69 orang. Kemudian disusul 56 warga Sri Lanka, 21 warga China, 13 warga Irak dan 6 warga India.
"Terbanyak Bangladesh, dari 2015 ada 10 warga yang diselundupkan dan 2024 dengan total 59 orang," kata dia.
Menurutnya, penyelundupan manusia menjadi ancaman serius di wilayah Rote Ndao karena jadi jalur perbatasan langsung antar Indonesia dan Australia.
