Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, khususnya perkembangan kecerdasan buatan (AI), kehidupan manusia semakin terhubung dengan dunia digital. Meskipun kehadiran AI membawa berbagai kemudahan, seperti efisiensi dalam pekerjaan, akses informasi yang cepat, dan personalisasi layanan, intensitas penggunaan perangkat digital juga berisiko menurunkan kualitas kesehatan mental.
Banyak orang merasa lelah secara emosional akibat paparan informasi yang berlebihan, tekanan media sosial, hingga ketergantungan terhadap teknologi. Dalam konteks ini, praktik self-care dan digital detox menjadi semakin relevan. Self-care bukan hanya tentang perawatan tubuh, tetapi juga menyangkut bagaimana seseorang menjaga keseimbangan emosional dan mental.
Sementara itu, digital detox adalah upaya sadar untuk mengurangi penggunaan perangkat digital demi menciptakan ruang mental yang sehat. Kombinasi keduanya menjadi strategi penting untuk bertahan secara sehat di era yang serba otomatis dan cepat ini.
Artikel ini akan membahas cara menjaga kesehatan mental di era AI dengan praktik self-care dan digital detox.