ilustrasi melihat ke luar jendela (pexels.com/Ron Lach)
Biarpun saat kecil, ada momen di mana kita pernah merasa kekurangan waktu bermain. Mempertanyakan kenapa waktu sudah petang saja, padahal sebenarnya diri ini masih ingin bermain bersama teman-teman. Tapi, kalau diingat-ingat lagi, sebenarnya cukup sering kita memandang kalau waktu di kala itu terasa sangat panjang.
Juga, walaupun ada aktivitas sekolah rutin enam kali dalam seminggu. Tetap saja, waktu yang tersisa masih sangat berlimpah, sehingga kita tetap punya banyak aktivitas untuk dilakukan sepulang sekolah. Mulai dari menonton televisi di rumah, pergi mengaji bagi yang beragama muslim, juga bermain permainan tradisional di sore hari.
Tapi, setelah dewasa, rasanya waktu yang ada cepat sekali berlalu. Rasanya, baru saja beberapa waktu lalu kita bangun pagi dan bersiap-siap untuk beraktivitas, eh tiba-tiba saja sudah mau malam lagi. Bahkan, kalau boleh dibilang, satu tahun pun terasa sangat singkat. Sebagian besar waktu kita lebih sering dihabiskan untuk bergulat dengan pekerjaan.