Dalam dunia yang semakin terobsesi dengan pertumbuhan ekonomi dan kekayaan materi, ada satu negara yang mengambil pendekatan sangat berbeda. Alih-alih mengejar GDP atau indeks pasar saham, negara ini memilih kebahagiaan warganya sebagai indikator utama kesuksesan nasional. Negara itu adalah Bhutan, sebuah kerajaan kecil yang terletak di pegunungan Himalaya, di antara India dan Tiongkok.
Bhutan tidak hanya menjadikan kebahagiaan sebagai filosofi hidup, tapi juga menyusun kebijakan negara berdasarkan Gross National Happiness (GNH), bukan Gross Domestic Product (GDP). Prinsip ini mengutamakan kesejahteraan mental, lingkungan, budaya, dan pemerintahan yang baik, sebuah pendekatan unik yang mengundang perhatian dunia. Tapi bagaimana sebenarnya Bhutan menerapkan filosofi ini dalam kehidupan sehari-hari?
Berikut fakta tentang Gross National Happiness di negara Bhutan yang lebih mementingkan kebahagiaan daripada uang.