6 Alasan Pria Sulit Membicarakan Perasaan Mereka

Pria cenderung merasa lebih sulit membuka diri mengenai perasaan mereka dibandingkan perempuan. Sebuah studi dari Movember pada 2021 menunjukkan bahwa 60 persen pria tidak berbagi perasaan mereka dengan siapa pun.
Ini adalah masalah serius karena ketidakmampuannya berbicara mengenai masalah pribadi. Hal ini dapat memicu isolasi, kemarahan, adiksi, masalah hidup yang tidak terselesaikan, hubungan yang rusak, dan gangguan kesehatan mental seperti depresi. Dalam beberapa kasus, hal ini bahkan bisa berujung pada bunuh diri.
Pada 2021, tiga perempat dari kematian akibat bunuh diri di Inggris dan Wales melibatkan pria. Yang lebih mengkhawatirkan, bunuh diri menjadi penyebab utama kematian pria berusia 18-45 tahun di Inggris. Di seluruh dunia, setiap 60 menit, 60 pria meninggal karena bunuh diri. Walau ada banyak faktor, isolasi emosional jelas dapat memperburuk kecenderungan untuk melakukan bunuh diri.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut 6 alasan pria sulit membicarakan perasaan mereka.
1. Merasa tidak maskulin

Anggapan bahwa laki-laki harus selalu kuat dan tidak boleh menunjukkan emosi telah menjadi norma sosial yang sulit diubah. Pandangan ini telah mendikte bagaimana laki-laki seharusnya berperilaku sejak kecil.
Akibatnya, banyak laki-laki kesulitan mengekspresikan diri secara emosional. Mereka merasa malu atau takut jika menunjukkan sisi yang lebih rentan dari diri mereka. Hal ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan relasi mereka dengan orang lain.
2. Merasa tertekan untuk menjadi kuat

Banyak pria merasa tertekan untuk selalu tampil kuat, terutama dalam peran sebagai penyokong keluarga. Mereka merasa orang-orang di sekitar mereka mengharapkan kekuatan tanpa ruang dalam mengekspresikan emosi atau ketakutan.
Terkadang, kekhawatiran akan mengganggu stabilitas keluarga membuat mereka enggan menunjukkan kerentanannya.
3. Berpikir bahwa masalah mereka tidak dapat dipecahkan

Bagi banyak pria, masalah mereka bisa terasa sulit dipecahkan karena mereka tidak terbiasa membicarakannya. Berbeda dengan wanita yang cenderung berkumpul dalam membahas tekanan emosional dan mencari solusi bersama, pria sering kali merasa terisolasi.
Tanpa pengalaman berbagi, mereka cenderung melihat masalah sebagai beban yang tidak bisa diatasi, hingga semakin menumpuk dan memperburuk keadaan. Dalam keterasingannya, pria mungkin mengembangkan pola pikir negatif atau berpikir dalam pola hitam-putih, merasa bahwa tidak ada gunanya membicarakan masalah yang dianggap tidak bisa diperbaiki.
4. Lebih suka memperlihatkannya lewat tindakan

Bagi sebagian pria, kegiatan fisik seperti olahraga atau musik bisa menjadi cara yang lebih mudah dalam melepaskan perasaan daripada berbicara langsung. Jika ini membantu menjaga kesehatan emosional mereka, tidak ada salahnya.
Sayangnya, masalah muncul apabila emosi yang terpendam tidak dihadapi, karena emosi merupakan tanda bahwa ada hal yang perlu diperhatikan. Kegiatan fisik mungkin memberi kelegaan sementara, tetapi jika masalah berlanjut, berbicara dengan seseorang mungkin diperlukan.
5. Sulit terbuka dengan teman-temannya

Banyak pria merasa sulit terbuka dengan teman-teman mereka, terutama karena sejak awal, pertemanan mereka cenderung didominasi oleh sesama pria. Hal ini membentuk pola komunikasi yang lebih fokus pada topik-topik aman seperti olahraga atau film yang jarang melibatkan pembicaraan mengenai perasaan.
Ketika pria berkumpul, percakapan terkadang lebih ringan dan penuh canda, sehingga membahas perasaan bisa terasa asing atau bahkan canggung, teelebih jika mereka sudah pernah mencoba dan melihat teman-temannya merasa tidak nyaman.
6. Pengalaman masa kecil yang membuat hal itu sulit

Pengalaman traumatis masa kecil, seperti penelantaran atau pelecehan, dapat membuat pria susah terbuka dan rentan di masa dewasa. Perasaan bahwa membuka diri bisa berbahaya sering muncul tanpa disadari, terutama jika trauma tersebut sudah dinormalkan.
Pengalaman seperti diabaikan atau dihukum karena mengungkapkan perasaan, atau diancam apabila menceritakan pelecehan, dapat mengakibatkan pria menutup diri, menjadi defensif, atau menjauh, tanpa sepenuhnya memahami alasannya.
Nah itulah 6 alasan pria sulit membicarakan perasaan mereka.