Banyak orang memulai tahun dengan daftar tujuan yang panjang dan ambisius. Niatnya baik: ingin hidup lebih terarah, lebih bermakna, dan lebih baik dari sebelumnya. Namun tidak sedikit tujuan itu justru berubah menjadi sumber tekanan baru yang menggerus ketenangan batin.
Secara psikologis, tujuan hidup seharusnya membantu kita bertumbuh, bukan membuat kita merasa terus tertinggal. Penulis mengajak kamu menyusun ulang tujuan hidup dengan pendekatan yang lebih realistis dan manusiawi, dengan mempertimbangkan kapasitas mental, emosi, dan kondisi hidup yang sedang dijalani.
Berikut 6 tips menyusun ulang tujuan hidup dengan cara yang lebih manusiawi.
