Menjelang tahun baru, banyak orang merasakan campuran emosi: antara antusiasme dan kecemasan, antara semangat dan kelelahan. Namun bagi seorang ambivert, momen ini sering kali terasa lebih kompleks. Mereka merasakan tarikan dari dua sisi kepribadian: kebutuhan untuk bersosialisasi, tetapi juga kebutuhan untuk menarik diri. Tahun baru menjadi momentum yang membuat ambivert lebih sadar akan dua energi yang hidup berdampingan dalam dirinya.
Dalam perspektif psikologi, ambivert adalah individu yang fleksibel secara sosial, tetapi kondisi tertentu seperti pergantian tahun dapat membuat mereka lebih sensitif terhadap perubahan suasana, dinamika sosial, dan tekanan emosional dari lingkungan. Penulis ingin mengajak kamu melihat lebih dalam apa saja yang biasanya dialami seorang ambivert menjelang tahun baru, yaitu momen ketika mereka mencoba menyeimbangkan dunia luar dan dunia dalam secara bersamaan.
Berikut 5 hal yang dialami seorang ambivert saat menjelang tahun baru.
