Sejak awal kemunculannya, film tak hanya berfungsi sebagai hiburan, tapi juga sebagai medium yang kuat untuk menyampaikan pesan-pesan sosial dan politik. Melalui cerita, karakter, dan visual yang memukau, film mampu membentuk persepsi, memunculkan empati, bahkan menggiring opini publik terhadap isu-isu tertentu. Di tangan sineas yang tajam, sinema bisa menjadi alat propaganda, kritik, atau refleksi terhadap realitas politik yang sedang berlangsung.
Banyak film yang tak hanya menggugah emosi penontonnya, tapi juga membangkitkan kesadaran akan ketidakadilan, ketimpangan kekuasaan, atau konflik ideologi. Sinema memiliki kekuatan untuk menyederhanakan isu-isu kompleks menjadi narasi yang bisa dicerna oleh khalayak luas, menjadikannya alat komunikasi politik yang sangat efektif.
Berikut 5 cara bagaimana film memengaruhi opini publik dalam konteks politik.