Awal tahun sering menjadi momen yang penuh semangat bagi para ekstrovert, mereka merasa terinspirasi, ingin terhubung dengan banyak orang, dan ingin memulai berbagai aktivitas baru. Namun, di balik energi sosial yang melimpah, ekstrovert juga memiliki risiko tersendiri: mereka mudah menetapkan ekspektasi sosial yang terlalu tinggi, merasa perlu hadir di banyak kesempatan, dan berakhir kelelahan tanpa disadari.
Burnout sosial pada ekstrovert sering tidak terlihat dari luar, karena mereka tetap tersenyum, tetap aktif, padahal mentalnya sudah mulai menurun. Dalam psikologi kepribadian, ekstrovert memang mendapatkan energi dari interaksi sosial, tetapi energi itu tetap memiliki batas. Ketika mereka berusaha memenuhi ekspektasi banyak orang atau mencoba menjadi pusat perhatian di awal tahun, tubuh dan pikiran mereka bisa kehilangan keseimbangan.
Berikut 5 cara bagi ekstrovert untuk mengelola ekspektasi sosial dengan lebih sehat dan mencegah burnout, sehingga mereka dapat memasuki tahun baru dengan stabil, penuh semangat, tetapi tetap sehat secara emosional.
