Awal tahun selalu datang dengan aroma harapan. Kalender yang berganti seolah memberi pesan sunyi bahwa hidup bisa dimulai ulang, seperti lebih rapi, lebih disiplin, dan lebih “berhasil” dari sebelumnya. Kita menuliskan resolusi, menyusun target, dan berjanji pada diri sendiri bahwa kali ini akan berbeda. Ada optimisme yang terasa tulus, bahkan menggetarkan.
Namun, beberapa minggu berlalu, semangat itu mulai meredup. Resolusi tertunda, target dilupakan, dan kita kembali ke pola lama. Di titik ini, banyak orang menyalahkan diri sendiri: kurang konsisten, kurang niat, kurang kuat. Padahal, kegagalan di awal tahun sering kali bukan soal kemauan, melainkan tentang cara kerja psikologi manusia yang jarang kita pahami.
Berikut 5 alasan mengapa keinginan untuk berubah di awal tahun sering gagal.
