Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Mikhail Nilov)
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Mikhail Nilov)

Dalam dunia parenting, setiap orangtua memiliki pendekatan yang berbeda dalam mengasuh anak. Perbedaan ini seringkali dipengaruhi oleh kepribadian dan cara berpikir yang dimiliki masing-masing orang tua.

alah satu konsep menarik yang dapat dijadikan pembeda adalah perbedaan antara tipe kepribadian sensing dan intuition. Konsep ini diambil dari teori psikologi MBTI (Myers-Briggs Type Indicator), yang menggambarkan bagaimana seseorang memproses informasi di sekitarnya.

Orangtua dengan tipe sensing cenderung lebih fokus pada hal-hal konkret, fakta, dan realitas yang bisa dilihat dan dirasakan. Sementara itu, orangtua dengan tipe intuition lebih tertarik pada gambaran besar, ide, dan kemungkinan masa depan.

Kedua pendekatan ini memiliki kelebihan dan tantangan masing-masing. Oleh karena itu, yuk, pahami perbedaan keduanya lewat artikel di bawah ini!

1. Fokus pada fakta vs fokus pada kemungkinan

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Annushka Ahuja)

Orangtua sensing cenderung berfokus pada hal-hal yang nyata dan konkret. Mereka lebih memerhatikan fakta-fakta yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari anak, seperti nilai sekolah, jadwal kegiatan, atau kebiasaan makan anak.

Orangtua tipe ini merasa nyaman dengan informasi yang jelas dan dapat diukur. Misalnya, jika anak mendapat nilai rendah, mereka akan langsung mencari penyebabnya berdasarkan fakta-fakta seperti kehadiran di sekolah atau metode belajar yang digunakan.

Sementara itu, orangtua intuition lebih fokus pada gambaran besar dan kemungkinan di balik suatu kejadian. Mereka cenderung bertanya “Mengapa ini bisa terjadi?” atau “Apa yang bisa kita pelajari dari situasi ini?”.

Dalam contoh nilai sekolah yang rendah, orangtua intuition akan mencoba memahami faktor-faktor emosional atau motivasi anak. Mereka mungkin melihat potensi anak untuk berkembang lebih jauh di masa depan, meskipun nilai saat ini belum memuaskan.

2. Memerhatikan detail vs melihat gambaran besar

ilustrasi ayah dan anak bermain gitar (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Orangtua sensing memiliki kemampuan alami dalam memerhatikan detail kecil dalam kehidupan anak. Mereka akan segera menyadari jika anak tidak menyelesaikan PR, kehilangan barang, atau tampak kurang tidur.

Fokus pada detail ini membantu mereka mengatasi masalah dengan cepat dan efektif. Orangtua tipe ini percaya bahwa perhatian terhadap hal-hal kecil dapat membentuk kebiasaan positif pada anak.

Sebaliknya, orang tua intuition cenderung lebih fokus pada gambaran besar. Mereka mungkin tidak terlalu memerhatikan detail kecil seperti PR yang tertinggal, tetapi lebih tertarik memahami pola atau isu yang lebih dalam.

Bagi mereka, masalah kecil hanyalah bagian dari proses besar yang sedang dijalani anak, dan mereka lebih peduli pada pengembangan karakter serta tujuan jangka panjang.

3. Pendekatan praktis vs pendekatan kreatif

ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/Nicola Barts)

Orangtua sensing cenderung menggunakan pendekatan praktis dalam memecahkan masalah. Mereka lebih suka solusi yang langsung dapat diterapkan dan menghasilkan hasil nyata.

Misalnya, jika anak sulit bangun pagi, mereka akan membuat jadwal tidur yang ketat dan memasang alarm tambahan untuk memastikan anak bangun tepat waktu.

Di sisi lain, orangtua intuition cenderung menggunakan pendekatan yang lebih kreatif dan imajinatif. Mereka mungkin mencari solusi yang lebih unik dan tidak biasa untuk memotivasi anak bangun pagi, seperti membuat permainan atau tantangan tertentu.

Mereka percaya bahwa pendekatan kreatif dapat membuat proses belajar atau menyelesaikan masalah menjadi lebih menyenangkan dan bermakna.

4. Menghargai pengalaman masa kini vs fokus pada masa depan

ilustrasi ayah dan anak (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Orangtua sensing lebih menghargai pengalaman masa kini dan kenyataan yang sedang dihadapi anak. Mereka cenderung mengajarkan anak untuk fokus pada apa yang terjadi saat ini dan menghargai momen-momen kecil dalam kehidupan.

Misalnya, mereka akan mendorong anak menikmati kegiatan sehari-hari seperti bermain, belajar, dan berkumpul bersama keluarga.

Sebaliknya, orangtua intuition lebih fokus pada masa depan dan potensi yang dimiliki anak. Mereka sering kali membicarakan impian, tujuan jangka panjang, dan bagaimana anak bisa mencapainya.

Bagi mereka, setiap pengalaman saat ini adalah langkah kecil menuju masa depan yang lebih cerah. Hal ini membuat mereka cenderung memberi dorongan agar anak terus berpikir maju.

Baik tipe sensing maupun intuition memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing dalam mendidik anak. Orangtua sensing memberikan stabilitas, ketertiban, dan perhatian terhadap detail, sementara orangtua intuition menghadirkan fleksibilitas, kreativitas, dan visi jangka panjang. Keduanya sama-sama penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team