Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Barang-barang Kecil yang Jadi Penyelamat saat Tersesat di Gunung
ilustrasi barang-barang penting untuk bertahan hidup di alam bebas (pexels.com/Marta Branco)
  • Kesiapan perlengkapan menjadi faktor utama keselamatan pendaki, termasuk saat tersesat; barang kecil dapat berperan penting untuk bertahan hidup dan memberi sinyal keberadaan.
  • Korek api membantu membuat api untuk menghangatkan tubuh dan menghasilkan asap sebagai tanda darurat, sedangkan headlamp menerangi jalur gelap serta membantu menghindari rintangan.
  • Peluit darurat menghasilkan suara jarak jauh tanpa menguras tenaga untuk memudahkan pencarian, sementara pisau lipat berguna memotong ranting, membuat api, dan menandai jejak perjalanan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membawa barang dan segala peralatan pendakian dengan matang adalah langkah utama keselamatan seorang pendaki. Bisa dikatakan hampir 90% tolok ukur keselamatan seorang pendaki ada di kesiapan barang-barang yang mereka bawa. Meskipun banyak barang pendakian yang memiliki ukuran kecil, tapi benda tersebut bisa menyelamatkan hidup kamu sebagai pendaki jika ada hal-hal tidak diinginkan terjadi di gunung, salah satunya adalah tersesat.

Memangnya apa saja sih barang kecil yang wajib dibawa untuk mengantisipasi jika seorang pendaki tersesat di gunung? Pada artikel kali ini akan dibahas empat barang kecil yang berguna untuk pendaki ketika mengalami hal buruk di gunung. Yuk, simak penjelasan selengkapnya berikut ini!

1. Korek api

ilustrasi korek api (pexels.com/Justin)

Mendengar korek api pastinya tidak asing lagi bagi para pendaki. Untuk kamu yang pernah atau sering mendaki gunung, korek api memang memiliki fungsi utama untuk menyalakan api pada kompor portable. Tak hanya itu, benda kecil ini ternyata mampu menemani kamu untuk bertahan hidup di gunung saat tersesat.

Dengan korek api, kamu bisa membuat api unggun untuk menghangatkan tubuh kamu dari dingin malam yang sangat ekstrem. Selain itu, asap dari api unggun bisa saja menjadi penyelamat kamu karena dilihat sebagai sebuah kode oleh tim SAR bahwa ada tanda kehidupan manusia di titik yang tidak seharusnya. Meskipun banyak gunung yang sudah melarang keras penggunaan api unggun, sebagian besar gunung masih memperbolehkan penggunaannya ketika dalam kondisi darurat seperti ini.

2. Headlamp

ilustrasi seorang pendaki menggunakan headlamp pada malam hari (pexels.com/Amel Uzunovic)

Selain korek api yang bisa membuat cahaya kecil, ada satu benda yang bisa membuat cahaya besar dan luas, bernama headlamp. Headlamp adalah sejenis senter kepala berukuran kecil yang sangat lumrah digunakan oleh banyak pendaki dan wajib dibawa selalu dalam setiap perjalanan mendaki. Headlamp sangat berguna untuk kamu jika jalan keluar juga belum kunjung bertemu sampai malam hari tiba.

Vegetasi hutan yang sangat rapat membuat gunung sangat gelap dan hanya mengandalkan cahaya bulan yang masuk. Headlamp bisa menjadi solusi untuk mengatasi itu, kamu bisa melihat ada rintangan apa saja di sekitar, seperti pohon yang rentan rubuh, ranting tajam, atau bahkan jurang. Pancaran headlamp juga bisa menjadi penolong jika ada tim pencari yang melihat dan menyadari keanehan tersebut.

3. Peluit darurat

ilustrasi pria menium peluit (pexels.com/cottonbro studio)

Meskipun kamu berpikir bahwa teriakan suara bisa terdengar oleh seseorang karena di gunung bisa menghasilkan suara bergema, justru itu salah besar. Gunung adalah alam bebas yang memiliki area sangat luas dan biasanya titik tersesat itu sangat jauh dari jalur pendakian. Jadi, walaupun kamu berteriak sekeras mungkin, itu akan sia-sia dan sangat menguras energi tubuh kamu.

Apa solusi terbaiknya? Ada satu benda kecil yang selalu dibawa oleh pendaki yang mengutamakan keselamatan, namanya adalah peluit darurat. Jenis peluit ini memiliki ukuran sedikit lebih panjang dari peluit biasa dan tentunya jarak suara yang dihasilkan sangat jauh. Peluit darurat juga menjadi salah satu alat paling ampuh untuk membantu seseorang jika tersesat di alam bebas karena telah diakui oleh standar keselamatan internasional. Oleh karena itu, barang kecil ini sering kali terlihat di risleting tas pendaki karena memang barang sekecil ini mudah sekali membuat orang lupa membawanya atau bahkan hilang.

4. Pisau lipat

ilustrasi pisau lipat (pexels.com/Markus Spiske)

Selain barang-barang yang memiliki kegunaan untuk memberikan kode kepada para tim pencari, kamu juga harus memiliki satu benda untuk survival di jalur tersesat, salah satunya adalah pisau lipat. Benda berukuran kecil ini sangat mudah dibawa dan biasanya ditaruh dalam saku celana. Walaupun berukuran kecil, ketajaman pisau lipat mampu melibas benda keras seperti ranting pohon, lho.

Ketika kamu tersesat di gunung, pisau lipat bisa menjadi salah satu alat penyelamat yang membantu kamu menemukan jalan keluar. Dengan menggunakan benda yang satu ini, kamu bisa memotong ranting-ranting kecil untuk membuat api unggun dan menunggu bantuan datang. Jika kamu adalah pendaki yang memiliki banyak pengalaman soal tata cara bertahan hidup saat tersesat, kamu bisa mencari jalan keluar sendiri dengan meninggalkan jejak berupa mematahkan beberapa ranting pohon di jalur kamu berjalan sampai menggantung. Saat kamu merasa bahwa jalan yang ditempuh malah membawa kamu tersesat lebih jauh, itu akan lebih mudah kembali ke tempat semula dengan menggunakan jejak ranting yang telah dipatahkan tersebut.

Setiap barang pada dasarnya memiliki kegunaan yang sama untuk kenyamanan dan keselamatan diri setiap orang. Tolok ukur dari jaminan keselamatan seseorang bukan dilihat dari ukuran sebuah barang, melainkan dari cara orang itu memanfaatkan barang-barang tersebut. Dari keempat poin yang telah dibahas sebelumnya, kamu jadi sudah tahu apa saja barang kecil yang bisa jadi penyelamat saat tersesat di gunung, kan?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article