Musim kemarau sering dianggap sebagai waktu yang ideal untuk camping karena kemungkinan hujan lebih kecil dan jalur relatif tidak berlumpur. Namun, kondisi kering juga dapat mengurangi ketersediaan air serta membuat rumput, daun, dan ranting lebih mudah terbakar. Persiapan camping pada periode ini tidak cukup hanya dengan membawa tenda, makanan, dan pakaian hangat.
Dilansir Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BMKG, hingga Dasarian II Juli 2026 sebanyak 509 Zona Musim atau sekitar 72,8 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau. BMKG juga memprakirakan puncak musim kemarau terjadi pada Agustus di wilayah yang mencakup sekitar 48,84 persen daratan Indonesia. Kondisi El Niño yang telah mencapai intensitas kuat turut meningkatkan risiko kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.
Sebelum memutuskan bermalam di kawasan alam terbuka, periksa lima hal berikut agar kegiatan camping tetap aman dan tidak membahayakan lingkungan.
