Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Wajib Diketahui saat Pertama Kali Naik Pesawat, Catat!
ilustrasi pria di bandara (magnific.com/standret)

Naik pesawat untuk pertama kali bisa terasa menyenangkan sekaligus membuat jantung sedikit berdebar. Area bandara yang luas, istilah penerbangan yang belum familiar, dan jadwal yang ketat sering membuat penumpang baru merasa bingung. Hal sederhana seperti mencari meja check-in atau memahami nomor gerbang pun dapat terasa cukup menegangkan.

Persiapan sejak dari rumah akan membantu kamu menjalani setiap tahap perjalanan dengan lebih tenang. Kamu juga perlu memeriksa aturan maskapai karena ketentuan bagasi, check-in, dan dokumen bisa berbeda-beda. Sebelum berangkat ke bandara, pahami beberapa hal penting berikut agar penerbangan pertamamu berjalan lebih lancar.

1. Pahami batas berat dan aturan barang bawaan

ilustrasi pemeriksaan bagasi di bandara (pexels.com/海风 张)

Aturan bagasi kabin bisa berbeda pada setiap maskapai, kelas penerbangan, dan jenis pesawat. Banyak maskapai Indonesia membatasi beratnya sekitar 7 kilogram dengan ukuran tertentu, terkadang ditambah satu tas pribadi kecil. Cek tiket dan situs resmi maskapai agar tasmu tidak dialihkan ke bagasi tercatat.

Pada penerbangan internasional, cairan, gel, dan aerosol umumnya hanya boleh dibawa dalam wadah maksimal 100 mililiter. Semua wadah biasanya harus dimasukkan ke satu kantong transparan berkapasitas maksimal satu liter. Botol minum tetap boleh dibawa dalam keadaan kosong, lalu diisi setelah melewati pemeriksaan keamanan.

Power bank wajib dibawa ke kabin dan tidak boleh disimpan dalam bagasi tercatat. Kapasitas maksimal 100 Wh umumnya tidak memerlukan izin, sedangkan ukuran 100–160 Wh harus mendapat persetujuan maskapai. Untuk benda tajam, simpan pisau lipat di bagasi dan cek aturan khusus mengenai gunting kecil atau gunting kuku.

2. Atur waktu kedatangan di bandara

ilustrasi antrean di bandara (unsplash.com/Edwin Petrus)

Terlambat beberapa menit di bandara dapat membuat seluruh rencana perjalanan berantakan. Antrean yang tidak terduga, salah menuju terminal, atau jarak gerbang yang jauh bisa menyita banyak waktu. Karena itu, hindari datang terlalu dekat dengan jadwal penerbangan, terutama pada musim liburan.

Sisihkan waktu sekitar dua jam sebelum penerbangan domestik. Untuk penerbangan internasional, datang tiga jam lebih awal agar proses pemeriksaan dokumen dan imigrasi tidak terasa terburu-buru. Cara ini juga memberi kamu waktu untuk mengenali area bandara dengan lebih tenang.

Waktu penutupan konter check-in berbeda-beda dan tidak selalu 45 menit sebelum keberangkatan. Lion Air pernah menetapkan batas 30 menit, tetapi maskapai atau bandara lain dapat menerapkan aturan yang lebih ketat. Pastikan kamu memeriksa tiket dan tiba di gerbang sesuai waktu boarding yang tertera.

3. Kenali alur proses keberangkatan di bandara

ilustrasi bagian dalam bandara (pexels.com/AirTeo | Air Travel)

Sesampainya di terminal, pastikan identitas dan tiket elektronik sudah siap di tangan agar tidak perlu membongkar tas. Letak pemeriksaan awal tidak selalu sama karena setiap bandara memiliki alur keberangkatan sendiri. Perhatikan papan petunjuk di sekitar terminal dan tanyakan kepada petugas jika masih merasa bingung.

Kamu bisa memilih check-in lewat ponsel, mesin layanan mandiri, atau konter maskapai. Namun, koper berukuran besar yang masuk bagasi tetap perlu diserahkan langsung di konter sebelum batas waktu check-in. Setelah prosesnya selesai, simpan boarding pass dengan baik karena dokumen tersebut akan digunakan hingga masuk pesawat.

Sebelum memasuki ruang tunggu, seluruh tas akan melewati pemindai keamanan. Ikuti instruksi petugas jika diminta mengeluarkan laptop, cairan, jaket, ikat pinggang, atau barang lainnya. Setelah pemeriksaan selesai, lanjutkan ke imigrasi jika diperlukan lalu cari gerbang keberangkatan yang tercantum.

4. Cermati informasi pada boarding pass

ilustrasi memeriksa informasi pada boarding pass (magnific.com/standret)

Setelah check-in selesai, jangan buru-buru memasukkan boarding pass ke dalam tas. Periksa nomor penerbangan, jadwal keberangkatan, waktu boarding, gerbang, dan nomor kursi yang tercantum di dalamnya. Pastikan pula nama penumpang serta kota tujuan sudah benar sebelum kamu berjalan menuju ruang tunggu.

Nomor penerbangan biasanya terdiri dari kode maskapai dan beberapa angka, seperti GA123 atau QZ7510. Sementara itu, nomor gerbang menunjukkan tempat kamu akan naik pesawat, tetapi lokasinya masih bisa berubah. Karena itu, pantau layar informasi penerbangan secara berkala meski kamu sudah menunggu di dekat gerbang awal.

Nomor kursi menggunakan angka untuk menunjukkan baris dan huruf untuk menandai posisi tempat duduk. Pada pesawat dengan susunan tiga kursi di sisi kanan dan kiri, kursi A dan F umumnya berada di dekat jendela. Jika masih ragu, cek peta kursi maskapai atau minta bantuan awak kabin saat masuk pesawat.

5. Jaga etika dan kondisi fisik selama penerbangan

ilustrasi bagian dalam pesawat (unsplash.com/Ben Iwara)

Setelah masuk ke kabin, letakkan koper di ruang penyimpanan atas dan tas kecil di bawah kursi depanmu. Barang penting seperti dokumen, uang, dan obat sebaiknya tetap berada di dalam tas yang mudah diambil. Jangan menata bawaan terlalu lama di tengah lorong karena penumpang lain juga sedang mencari tempat duduk.

Ketika pesawat naik atau turun, perubahan tekanan udara dapat membuat telinga terasa tersumbat, berdengung, atau sedikit sakit. Kamu bisa mengunyah permen karet, menelan ludah, menguap, atau minum untuk membantu menyeimbangkan tekanan. Jika rasa sakit terasa berat atau pendengaran belum kembali normal setelah penerbangan, sebaiknya periksakan diri ke tenaga kesehatan.

Pasang sabuk pengaman setiap kali lampu indikator menyala atau awak kabin meminta penumpang tetap duduk. Hindari pergi ke toilet saat pesawat lepas landas, mendarat, atau melewati turbulensi karena guncangan dapat terjadi secara tiba-tiba. Setelah lampu sabuk pengaman mati, tetap ikuti arahan awak kabin sebelum berdiri atau membuka kompartemen dan mengambil barang.

Naik pesawat untuk pertama kali akan terasa lebih tenang ketika kamu tahu apa yang perlu dilakukan. Jangan hanya mengandalkan informasi lama karena kebijakan bagasi, check-in, dan boarding dapat berubah. Periksa kembali seluruh persiapan sebelum berangkat agar kamu tidak mudah panik saat berada di bandara.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article