Solo traveling sering dipandang sebagai simbol kemandirian, keberanian, dan kedewasaan. Namun, bepergian sendirian juga membuat sikap dan perilaku seseorang terlihat lebih jelas, tanpa “penyangga” dari teman perjalanan. Dalam psikologi sosial, kesan terhadap solo traveler sangat ditentukan oleh bagaimana ia membawa diri di ruang publik dan berinteraksi dengan orang lain.
Banyak solo traveler merasa sudah cukup ramah dan mandiri, tetapi tetap dipandang kurang menyenangkan atau tidak dihormati. Hal ini biasanya bukan karena niat buruk, melainkan karena perilaku kecil yang luput disadari.
Berikut 5 hal sepele yang secara psikologis dapat membuat seorang solo traveler kehilangan rasa hormat dari orang lain.
