Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Seorang Kondektur Bus Mudik di Mataram Positif Narkoba Usai Tes Urine
Satreskrim Polresta Mataram dan BNN Kota Mataram melakukan tes urine terhadap sopir dan kondektur bus angkutan mudik lebaran di Terminal Mandalika, Minggu (15/3/2026). (dok. Istimewa)

Mataram, IDN Times - Satresnarkoba Polresta Mataram dan BNN Kota Mataram melakukan tes urine terhadap sopir dan kondektur bus mudik lebaran di Terminal Mandalika, Kota Mataram, Minggu (15/3/2026). Dari hasil pemeriksaan terhadap 19 sopir dan kondektur bus, petugas menemukan seorang kondektur bus dari PO SK dinyatakan positif mengandung amphetamine dan methamphetamine atau narkoba.

Aparat kepolisian selanjutnya melakukan penanganan lebih lanjut terhadap kondektur bus bersangkutan sesuai prosedur yang berlaku. Tes urine yang dilaksanakan Satresnarkoba Polresta Mataram dan BNN Kota Mataram terhadap para sopir dan kondektur bus untuk memastikan keselamatan para pemudik.

1. Langkah preventif untuk memastikan sopir dan kondektur bus mudik bebas dari pengaruh narkoba

Satreskrim Polresta Mataram dan BNN Kota Mataram melakukan tes urine terhadap sopir dan kondektur bus angkutan mudik lebaran di Terminal Mandalika, Minggu (15/3/2026). (dok. Istimewa)

Kasat Narkoba Polresta Mataram, AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra menjelaskan tes urine itu dilakukan sebagai langkah preventif untuk memastikan para sopir dan kondektur bus yang melayani angkutan mudik lebaran bebas dari pengaruh narkotika maupun minuman keras. Sehingga perjalanan masyarakat yang melaksanakan mudik menuju kampung halaman dapat berlangsung dengan aman.

"Tes urine tersebut merupakan bagian dari rangkaian Operasi Ketupat Rinjani 2026, yang digelar untuk mendukung terciptanya program “Mudik Aman, Keluarga Bahagia” selama musim mudik Lebaran tahun 2026," kata dia.

2. Memastikan sopir dan kondektur bus dalam kondisi sehat

Ilustrasi pemudik di Terminal Mandalika Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Ngurah menambahkan bahwa pemeriksaan ini bertujuan untuk memastikan para sopir dan kondektur yang membawa penumpang dalam kondisi sehat dan tidak berada di bawah pengaruh zat berbahaya.

“Tes urine ini merupakan langkah preventif untuk memastikan kru bus yang bertugas mengangkut penumpang saat mudik benar-benar bebas dari pengaruh narkotika,” jelasnya.

3. Tes urine akan dilakukan selama Operasi Ketupat Rinjani 2026

Ilustrasi siswa mendapatkan MBG pada salah satu sekolah di Kota Mataram. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Menurutnya, pengaruh narkoba maupun minuman keras dapat menurunkan tingkat kesadaran seseorang. Sehingga berpotensi membahayakan keselamatan penumpang di jalan.

“Konsumsi narkotika atau minuman keras dapat menurunkan konsentrasi dan kesadaran saat mengemudi. Kondisi ini tentu sangat berbahaya dan bisa memicu kecelakaan lalu lintas,” tambahnya.

Ngurah menegaskan Polresta Mataram akan terus melakukan tes urine selama masa Operasi Ketupat Rinjani 2026. Hal ini sebagai bentuk komitmen menjaga keselamatan masyarakat selama arus mudik lebaran tahun 2016.

Editorial Team