Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Melihat Gunung Sangiang Api di Bima, Menantang untuk Dijajal!

Gunung Sangeang di Bima (Google map)
Gunung Sangeang di Bima (Google map)

Gunung Api Sangiang berdiri megah di tengah perairan Bima, Nusa Tenggara Barat, menyimpan sejarah panjang aktivitas vulkanik yang membentuk lanskap sekitarnya. Keberadaannya bukan hanya penanda geografis, tetapi juga saksi dinamika alam yang terus bergerak di wilayah timur Indonesia.

Selain dikenal sebagai gunung api aktif, Sangiang juga lekat dengan cerita masyarakat lokal dan kekayaan ekosistem laut di sekelilingnya. Perpaduan antara kekuatan alam dan nilai budaya menjadikan Gunung Api Sangiang lebih dari sekadar gunung, melainkan ruang hidup yang penuh makna.

1. Terdiri dari dua kerucut vulkanik

Ilustrasi gunung meletus (IDN Times/Arief Rahmat)
Ilustrasi gunung meletus (IDN Times/Arief Rahmat)

Gunung Sangiang bisa dijumpai di Nusa Tenggara Barat atau NTB tepatnya di Pulau Sangiang yang merupakan bagian dari Kepulauan Sunda Kecil. Pulau Sangiang sendiri terletak di timur laut dari Sumbawa, tepatnya di Laut Flores serta masuk ke dalam wilayah Kabupaten Bima. 

Sebenarnya Gunung Sangiang jika dilihat tampak indah dengan tampilannya yang megah dan hijau sehingga gunung ini menyajikan tampilan yang enak dipandang mata. Gunung ini terdiri dari dua macam kerucut vulkanik yang megah. 

Kerucut yang pertama pada Gunung Sangiang adalah Doro Api yang memiliki ketinggian 1.949 meter atau sama dengan 6.394 kaki. Sedangkan kerucut kedua bernama Doro Mantoi dengan ketinggian 1.795 meter atau sama dengan 5.889 kaki.

2. Sudah pernah meletus

Gunung Sangeang Api di Bima (Wikipedia)
Gunung Sangeang Api di Bima (Wikipedia)

Rupanya Gunung Sangiang yang terletak di Kepulauan Sunda Kecil ini merupakan gunung berapi yang bisa dibilang masih aktif sehingga masih bisa erupsi sewaktu-waktu. Bahkan gunung vulkanik yang satu ini dikatakan pula menjadi gunung berapi yang paling aktif.

Jika dilihat berdasarkan catatan sejarah, maka diketahui bahwa gunung ini sudah pernah meletus sebanyak 17 kali. Untuk letusan pertamanya terjadi pada tahun 1512 dan pada tahun 1989 sedangkan letusan terakhirnya terjadi pada tahun 2012 dan 2014 yang lalu. 

Salah satu hal unik yang bisa ditemukan pada gunung ini adalah busur kepulauannya yang bisa dibilang unik karena merupakan hasil pertemuan dari lempeng tektonik Sunda dan Australia. Namun rupanya interaksi antara kedua lempeng tersebut terjadi sedemikian rupa sehingga di sisi utaranya terbentuk back art thrust yaitu sesar Flores di sisi barat dan sesar Alor di sisi timur. 

3. Pulau Sangiang tak berpenghuni

Gunung Sangeang Api (ISTIMEWA)
Gunung Sangeang Api (ISTIMEWA)

Busur kepulauan tempat berdirinya Gunung Sangiang rupanya dikepung oleh beberapa sumber gempa tektonik yang tergolong besar. Bahkan sumber gempa ini ada di sepanjang sisi bagian selatan dan bagian utara. Untuk sumber gempa yang memanjang di sisi bagian selatan disebut berada di zona subduksi sedangkan di sisi utaranya disebut dengan sesar sungkup.

Hingga saat ini diketahui bahwa Pulau Sangiang tempat berdirinya Gunung Sangiang ternyata tidaklah berpenghuni. Hal ini sudah tentu berhubungan dengan sejarah meletusnya Gunung Sangiang yang bisa saja menimbulkan korban. Apalagi statusnya adalah gunung berapi aktif.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Linggauni -
EditorLinggauni -
Follow Us

Latest Travel NTB

Melihat Gunung Sangiang Api di Bima, Menantang untuk Dijajal!

29 Jan 2026, 20:10 WIBTravel