Desa Sade Lombok (IDN Times/Sunariyah)
Ketika memasuki desa dengan luas wilayah sekitar 6 hektare ini, para wisatawan bisa melihat 150 rumah tradisional dengan populasi mencapai 700 jiwa. Uniknya, semua warga di sini masih dalam satu keturunan, karena mereka melakukan perkawinan antar-kerabat secara turun temurun.
Biaya pernikahan yang murah juga menjadi salah satu alasan mengapa mereka memilih melakukan hal tersebut. Jika menikah dengan orang luar, mereka harus mengeluarkan beberapa ekor kerbau untuk perayaan.
Salah satu daya tarik utama dari desa ini adalah bangunan rumah adat, masjid, hingga beberapa bangunan khas lain dari Suku Sasak. Dindingnya yang terbuat dari anyaman bambu, sementara atapnya terbuat dari alang-alang kering membuatnya terlihat sangat tradisional.
Ketika cuaca sedang terik, sirkulasi udara di bangunan tersebut terasa sejuk. Sebaliknya, ketika malam hari yang dingin, udara di dalam bangunan tersebut akan terasa hangat.
Bagian lantai dari rumah adatnya terbuat dari tanah liat yang dicampur dengan sekam padi. Sebelum upacara adat, biasanya lantai rumah diberi kotoran kerbau yang dicampur dengan air.
Kotoran kerbau ini berfungsi untuk membersihkan lantai agar terbebas dari debu dan agar lantainya bertekstur kuat dan halus. Hal inilah yang membuat desa adat ini semakin unik.