Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Franco Morbidelli (kaos putih). (IDN Times/Muhammad Nasir)
Sementara, CEO VR46 Riders Academy, Carlo Casabianca, menilai kegiatan ini sebagai kesempatan untuk membawa budaya pelatihan VR46 lebih dekat kepada talenta lokal Indonesia. Dia mengatakan setiap negara memiliki karakter pembalap yang berbeda.
"Melalui kegiatan VR46 Riders Academy di Mandalika, kami ingin memahami cara terbaik mengembangkan talenta Indonesia dengan pendekatan yang terstruktur dan berorientasi jangka panjang, bukan hanya hasil instan,” ujar Carlo.
Team Manager VR46 Racing Team, Gianluca Falcioni, menilai Mandalika memiliki potensi besar sebagai pusat pengembangan balap motor di kawasan Asia. Menurutnya, Mandalika menawarkan karakter sirkuit dan lingkungan yang sangat baik untuk proses pembelajaran.
"Program seperti ini menjadi ruang penting untuk membangun fondasi teknis dan mental yang kuat bagi talenta lokal agar dapat berkembang secara bertahap,” kata dia.
Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team Franco Morbidelli mengatakan bahwa proses pembinaan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan konsistensi dan kemauan belajar. Dia menjelaskan bahwa balap motor bukan hanya tentang hasil setiap balapan, tetapi tentang bagaimana seorang pembalap berkembang setiap hari.
"Memahami motor, tim, dan diri sendiri adalah kunci untuk bertahan dan terus naik level di dunia balap,” ungkap Morbidelli.
Sedangkan pembalap muda asal Lombok Arai Agaska mengatakan pengalaman peserta yang pernah mengikuti VR46 Riders Academy sebelumnya benar-benar membuka perspektifnya. Mereka tidak hanya bercerita soal latihan di lintasan, tapi juga tentang bagaimana cara berpikir dan bersikap sebagai pembalap profesional.
"Itu yang membuat saya semakin termotivasi untuk bergabung dan belajar langsung di akademi ini,” kata Arai Agaska, salah satu peserta dari Mandalika Racing Series yang mengikuti program Pertamina Enduro VR46 Riders Academy di Mandalika.