Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
IMG_2193.JPG
Valentino Rossi saat menjajal Sirkuit Mandalika, Kamis (29/1/2026). (dok. MGPA)

Intinya sih...

  • Sirkuit Mandalika mendapat pujian positif dari Valentino Rossi

  • Pengakuan Valentino Rossi tentang Sirkuit Mandalika

  • Mandalika berpotensi menjadi tempat mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Mataram, IDN Times - Kehadiran legenda MotoGP, Valentino Rossi sangat dinantikan para penggemarnya di Indonesia. Pada 27-29 Januari lalu, Valentino Rossi pertama kali menginjakkan kaki di Sirkuit Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Bahkan, juara dunia sembilan kali itu turun ke lintasan menjajal Sirkuit Mandalika sebanyak 39 lap pada Kamis (29/1/2026). Kehadiran Rossi merupakan bagian dari dukungannya terhadap Pertamina Enduro VR46 Racing Team, dalam agenda pembinaan dan pengembangan pembalap muda Indonesia dalam program VR46 Riders Academy.

Lantas, apakah Valentino Rossi bakal kembali lagi ke Sirkuit Mandalika saat gelaran MotoGP 2026 pada 9-11 Oktober mendatang? PT Pengembangan Pariwisata Indonesia atau InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) sebagai penyelenggara MotoGP Mandalika 2026 memastikan Valentino Rossi tidak akan datang lagi ke Mandalika.

"Valentino Rossi tidak akan datang lagi (saat MotoGP Mandalika 2026), karena sudah kemarin dalam kegiatan VR46 Riders Academy," kata Direktur Operasi ITDC Troy Warokka dikonfirmasi di Mataram, Rabu (4/2/2026).

1. Sirkuit Mandalika dapat pujian positif dari Valentino Rossi

Direktur Operasi ITDC Troy Warokka. (IDN Times/Muhammad Nasir)

Troy mengatakan setelah Valentino Rossi turun ke lintasan, mantan pembalap MotoGP asal Italia itu memuji trek Sirkuit Mandalika. Rossi memuji trek dan kualitas aspal Sirkuit Mandalika yang dinilai sangat bagus.

"Artinya bahwa pujian ini langsung datang dari seorang legenda MotoGP. Kita harus yakin yang kita miliki, Mandalika ini adalah sirkuit bersandar internasional, speknya sudah tepat dan pujiannya Valentino Rossi positif," kata dia.

Dia menambahkan bahwa kehadiran Valentino Rossi ke Mandalika membuktikan bahwa Sirkuit Mandalika bersandar internasional dan layak menjadi host event balap roda dua internasional.

2. Pengakuan Valentino Rossi soal Sirkuit Mandalika

Valentino Rossi dan Fabio Di Giannantonio (Pembalap Pertamina Enduro VR46 Racing Team) saat latihan di Sirkuit Mandalika. (dok. MGPA)

Sebelumnya, Valentino Rossi mengatakan bahwa Sirkuit Mandalika sebagai salah satu trek yang benar-benar dia sukai. Menurutnya, trek Sirkuit Mandalika bukan hanya cepat, tetapi juga ada kenyamanan yang dirasakan saat berkendara.

Pembalap yang dijuluki The Doctor itu, turun ke lintasan Sirkuit Mandalika pada Kamis (29/1/2026) dan menuntaskan total 39 lap. Dia merasakan secara menyeluruh karakter Sirkuit Mandalika yang berada di kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, NTB tersebut.

“Ini adalah sebuah trek sirkuit yang saya sangat suka, karena sangat cepat dan mengalir, memiliki banyak tikungan ke kanan. Juga aspalnya sangat bagus, cengkeraman grip-nya kuat, tidak bergelombang. Jadi, Sirkuit Mandalika ini adalah sebuah trek sirkuit yang sangat bagus,” kata Rossi.

Dia mengaku terkesan dengan karakter Sirkuit Mandalika yang cepat dan mengalir. Menurut Rossi, sirkuit ini menawarkan kombinasi teknis yang sangat menyenangkan, baik dari sisi desain tikungan maupun kualitas permukaan lintasan.

Alur tikungan di Sirkuit Mandalika memungkinkan pembalap menjaga ritme balap dengan konsisten sejak awal hingga akhir lap. Dominasi tikungan kanan, kata Rossi, menjadi salah satu karakter utama Sirkuit Mandalika yang menurutnya menantang sekaligus memuaskan. Terutama ketika dipadukan dengan kualitas aspal yang memberikan rasa aman dan kepercayaan diri saat melaju dalam kecepatan tinggi.

3. Mandalika berpotensi jadi tempat mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026

Legenda MotoGP Valentino Rossi saat menjajal trek Sirkuit Mandalika, Kamis (29/1/2026). (dok. MGPA)

Sementara, Direktur Utama Mandalika Grand Prix Association (MGPA) Priandhi Satria mengatakan penilaian dari pembalap legendaris dunia itu menjadi bukti bahwa kualitas lintasan Sirkuit Mandalika telah diakui secara internasional. MGPA bersama seluruh pemangku kepentingan terus berkomitmen menjaga kualitas lintasan, baik dari sisi aspal, keselamatan, maupun fasilitas pendukung. Supaya Sirkuit Mandalika selalu siap digunakan untuk berbagai ajang balap nasional maupun internasional.

“Pengakuan dari Valentino Rossi ini menjadi motivasi besar bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan pengembangan. Mandalika tidak hanya kami siapkan sebagai venue balap, tetapi juga sebagai pusat kegiatan motorsport dan sport tourism yang berkelanjutan di Indonesia,” tambahnya.

Dia menambahkan bahwa kehadiran Valentino Rossi di Mandalika sekaligus menegaskan posisi Sirkuit Mandalika atau Pertamina Mandalika International Circuit sebagai salah satu trek modern yang diperhitungkan di kancah balap global. Pujian terhadap karakter lintasan, kualitas aspal, dan kenyamanan berkendara menjadi cerminan bahwa Mandalika terus berkembang sebagai sirkuit berkelas dunia sekaligus sumber kebanggaan bagi Indonesia.

Pada tahun ini, MotoGP Mandalika akan digelar pada 9-11 Oktober 2026. MotoGP Mandalika berpotensi menjadi tempat mengunci gelar juara dunia MotoGP 2026. Musim MotoGP 2026 akan dibuka di Buriram, Thailand, pada 27 Februari–1 Maret 2026.

Sedangkan Mandalika berada di seri yang berpotensi menjadi tempat gelar juara dunia dikunci di sirkuit ini. Tahun lalu, sirkuit sepanjang 4,31 kilometer ini nyaris menjadi seri penentuan gelar juara dunia, jika Marc Marquez gagal mengunci di Motegi, Jepang, seminggu sebelum di Mandalika.

Priandhi mengatakan setelah seri pembuka di Thailand, MotoGP bergerak ke Amerika Selatan dengan seri Goiania, Brasil pada 20–22 Maret, sebelum melanjutkan tur Amerika melalui Austin, Amerika Serikat pada 27–29 Maret. Rangkaian awal musim ini menjadi fase penting bagi tim untuk membaca kekuatan lawan dan mengembangkan setelan motor.

Memasuki bulan April, MotoGP menyambangi Timur Tengah dan Eropa Selatan dengan balapan di Lusail, Qatar pada 10–12 April dan Jerez, Spanyol pada 24–26 April. Seri-seri ini dikenal teknis dan menuntut konsistensi tinggi, sekaligus menjadi barometer awal kandidat juara dunia.

Bulan Mei menjadi periode sibuk di Eropa Barat. Balapan digelar beruntun di Le Mans, Prancis pada 8–10 Mei, Barcelona, Catalunya pada 15–17 Mei dan Mugello, Italia pada 29–31 Mei. Ketiga sirkuit ini terkenal dengan atmosfer penonton yang fanatik serta karakter lintasan cepat yang memacu adrenalin, seringkali menghadirkan duel sengit antar pembalap papan atas.

Selanjutnya, paruh tengah musim berlanjut ke Eropa Tengah dan Timur melalui Balaton Park, Hungaria pada 5–7 Juni, Brno, Ceko pada 19–21 Juni, dan Assen, Belanda pada 26–28 Juni. Fase ini, kata Priandhi, menjadi ujian fisik dan strategi karena jadwal yang padat serta perbedaan karakter lintasan yang ekstrem, dari sirkuit teknis hingga trek berkecepatan tinggi.

Setelah jeda musim panas, MotoGP kembali memanas di paruh kedua dengan seri Sachsenring, Jerman pada 10–12 Juli dan Silverstone, Inggris pada 7–9 Agustus, sebelum menuju MotorLand Aragon, Spanyol pada 28–30 Agustus. Persaingan biasanya semakin ketat di fase ini, seiring perburuan poin menuju klasemen akhir.

Memasuki bulan September, MotoGP digelar di Misano, San Marino pada 11–13 September dan Spielberg, Austria pada 18–20 September. Dua seri ini kerap menjadi titik balik perebutan gelar, terutama bagi pembalap yang masih memiliki peluang juara dunia.

Kemudian seri Mandalika pada 9-11 Oktober 2026. MotoGP melanjutkan tur ke Phillip Island, Australia pada 23–25 Oktober, lalu Sepang, Malaysia pada 30 Oktober–1 November. Dua seri ini dikenal brutal dan menguras stamina, sebelum musim ditutup secara klasik di Portimao, Portugal pada 13–15 November dan Cheste, Valencia pada 20–22 November sebagai seri pamungkas.

MotoGP Mandalika 2026 berada di antara seri Jepang (Motegi) dan Australia (Phillip Island), sehingga menjadikan balapan di Indonesia sangat penting bagi pembalap dan tim. Setiap poin yang diraih di Mandalika berpotensi menentukan arah klasemen menuju seri penutup musim MotoGP 2026. Hal ini membuat tensi balapan dipastikan tinggi dan menyuguhkan aksi terbaik para pembalap MotoGP.

Dikatakan, juara seri Mandalika selalu silih berganti, mulai dari Miguel Oliviera (2022), Francesco Bagnaia (2023), Jorge Martin (2024), dan Fermín Aldeguer (2025). Menjadi akan menarik apakah Marc Marquez akan mampu finish di balapan utama (main race) di Mandalika. Karena selama ini, Marc Marquez selalu tidak finis di balapan utama.

Dengan jadwal pada 9–11 Oktober 2026, Mandalika berpeluang bagi pimpinan klasemen mengunci juara MotoGP 2026. Seperti halnya tahun lalu 2025, Pertamina Grand Prix of Indonesia nyaris menjadi arena penobatan Marc Marquez meraih juara dunia, namun berbekal pengalaman dan konsistensi Marc Marquez sepanjang lomba di Motegi, gelar telah dikunci di Motegi, Jepang, seminggu sebelum seri Mandalika.

Editorial Team