Tribun grandstand premium Sirkuit Mandalika. (IDN Times/Muhammad Nasir)
Founder dan CEO SRO Motorsports Group Stephane Ratel bertemu dengan perwakilan MGPA akhir pekan lalu di Fuji Speedway, di mana kesepakatan multi-tahun secara resmi ditandatangani. Sirkuit dengan panjang 4,3 km dan 17 tikungan ini telah menjadi tuan rumah kejuaraan internasional MotoGP dan the FIM Superbike World Championship sejak akhir tahun 2021.
Fanatec GT Asia akan menjadi seri balap roda empat internasional pertama yang hadir di Pertamina Mandalika International Circuit, dengan lebih dari 30 supercar GT3 yang berkompetisi pada bulan Mei.
Indonesia akan menjadi negara keenam yang menyelenggarakan Fanatec GT Asia sejak kejuaraan ini dibentuk pada tahun 2017. Selain Malaysia, Thailand, Jepang, dan Tiongkok yang saat ini menjadi tuan rumah, seri ini juga pernah hadir di Korea Selatan pada 2019.
Championship Director SRO Motorsports, Benjamin Franassovici, menyatakan bahwa balapan GT di Pertamina Mandalika International Circuit akan sangat spektakuler. Dia mengaku telah beberapa kali mengunjungi Sirkuit Mandalika dan selalu terpesona oleh keindahan Lombok serta kualitas dan fasilitasnya.
"Tidak ada sirkuit secantik ini di Asia. Dengan masuknya Pertamina Mandalika International Circuit ke dalam kalender musim depan, saya yakin ini akan menjadi seri yang sangat populer. Pengumuman ini merupakan hasil dari kerja keras selama beberapa tahun. Sungguh luar biasa bisa menetapkan posisi Indonesia dalam kalender Fanatec GT Asia," kata Franassovici.
Spesifik kalender Fanatec GT Asia akan diumumkan bersama dengan lima lokasi lainnya. Tiga sirkuit di Asia Tenggara yaitu Sepang, Mandalika, dan Chang akan menjadi tuan rumah musim pertama dari April hingga Juni. Diikuti oleh dua putaran di Jepang, dan akan ditutup di Tiongkok pada bulan Oktober.